Didik, Administrator
Tim Redaksi

SUKOHARJO, Kanal9.id — Bentrokan antara dua perguruan silat terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari. Kericuhan tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

Camat Polokarto, Heri Wahyu Cahyono, menyebut jumlah rumah yang terdampak mencapai 24 unit. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap dan genteng yang diduga terkena lemparan batu saat bentrokan berlangsung.

"Informasi awal ada 22 rumah warga yang terdampak. Setelah dilakukan pendataan kembali, terdapat tambahan dua rumah sehingga totalnya menjadi sekitar 24 rumah," kata Heri saat ditemui di Desa Mranggen, Selasa (8/9/2026).

Bentrokan tersebut diketahui melibatkan dua kelompok perguruan silat, yakni Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa.

Selain di Dukuh Mranggen, kerusakan juga dilaporkan terjadi di Dukuh Jenglong, Desa Jatisobo. Satu rumah warga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp9 juta.

Ad Space

Polres Sukoharjo bersama Pemerintah Kabupaten Sukoharjo kemudian melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak. Pemerintah juga memberikan bantuan senilai Rp10 juta yang nantinya disalurkan kepada warga melalui pemerintah desa berdasarkan data kerusakan dan taksiran kerugian.

Warga Mengalami Trauma

Kericuhan yang terjadi pada dini hari membuat sejumlah warga mengalami ketakutan. Kondisi tersebut terutama dirasakan anak-anak dan perempuan yang tengah beristirahat ketika suara keributan tiba-tiba terdengar di lingkungan mereka.

Heri mengatakan kejadian tersebut berpotensi mengganggu kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak.

Kapolres Sukoharjo, Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan penanganan pascabentrokan tidak hanya difokuskan pada perbaikan rumah dan bangunan yang rusak. Kepolisian juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi warga yang mengalami trauma.

Ad Space

"Informasi dari warga akibat kejadian tersebut ada rasa trauma, ketakutan, dan lain sebagainya. Sehingga dari Polres Sukoharjo menurunkan tim trauma healing," ujar Anggaito, Selasa (8/9/2026).

Ia berharap situasi di wilayah tersebut segera kembali aman dan warga dapat menjalankan aktivitas seperti biasa.

Anggaito juga mengimbau masyarakat agar tidak saling menyalahkan terkait bentrokan tersebut. Menurutnya, proses untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab merupakan ranah kepolisian dan akan dilakukan melalui proses hukum.

Polres Sukoharjo memastikan penanganan perkara tetap berjalan, sementara pemulihan kondisi warga dan lingkungan menjadi perhatian setelah terjadinya bentrokan.

Bagikan: