Helmi, Administrator
Tim Redaksi

BLORA – Sebanyak 133 siswa SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makan bergizi gratis (MBG). Selain para siswa, seorang guru juga mengalami keluhan kesehatan yang diduga serupa.


Berdasarkan pendataan sementara Dinas Kesehatan, terdapat 133 siswa dan satu guru yang mengalami sejumlah gejala seperti lemas, diare, muntah, mual, hingga pusing. Selain itu, terdapat tiga siswa yang tidak masuk sekolah karena mengalami diare dan juga diduga mengalami keracunan.


Dengan demikian, jumlah orang yang diduga mengalami keracunan mencapai 137 orang.

Ad Space


“Dugaannya tadi didata oleh Dinas Kesehatan, siswa ada 133, guru satu. Kemudian anak yang tidak hadir karena diare kita juga menduga karena keracunan, tiga orang. Sehingga jumlah total 137,” ungkap Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni’wati, saat diwawancarai wartawan di lokasi, Selasa (8/9/2026).


Yuni menjelaskan, keluhan kesehatan tersebut diduga muncul setelah para siswa dan guru menyantap menu MBG yang dibagikan pada Senin (7/9/2026).


Ad Space

Namun, keluhan dari para siswa baru disampaikan kepada pihak sekolah pada Selasa (8/9/2026). Setelah menerima laporan tersebut, pihak sekolah kemudian melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus mendapatkan pemeriksaan.


Siswa yang mengalami keluhan berasal dari berbagai tingkat kelas, mulai kelas 10, 11, hingga kelas 12.


Para siswa yang mengeluhkan sakit kemudian diminta berkumpul di aula sekolah. Mereka mendapatkan pemeriksaan dari petugas kesehatan untuk mengetahui kondisi masing-masing.

Ad Space


Sejumlah siswa mengalami gejala yang berbeda-beda. Keluhan yang muncul antara lain badan terasa lemas, mual, muntah, diare, serta pusing. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi sebelumnya, namun penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.


Pihak Dinas Kesehatan kemudian melakukan pendataan terhadap siswa maupun guru yang mengalami keluhan. Pemeriksaan juga diperlukan untuk memastikan apakah seluruh kasus tersebut benar-benar berkaitan dengan konsumsi menu MBG.


Ad Space

Hingga Selasa (8/9/2026), pihak sekolah bersama Dinas Kesehatan masih melakukan penanganan dan pendataan terhadap para siswa yang mengalami keluhan. Penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam proses pemeriksaan.

Bagikan: