Didik, Administrator
Tim Redaksi

PATI, Kanal9.id — Bau tidak sedap akibat bangkai ikan sapu-sapu yang mati di kawasan Bendung Karet Sungai Juana, Kabupaten Pati, dikeluhkan warga. Kondisi tersebut terjadi setelah aliran sungai mengering akibat kekeringan.

Keluhan warga itu langsung mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pati sepakat segera menangani bangkai ikan yang menumpuk di sekitar bendung.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, mengatakan bangkai ikan akan dipindahkan dan dikuburkan di lahan kosong yang berada tidak jauh dari lokasi.

Menurutnya, proses pembersihan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu pekan. Hal itu lantaran pemerintah perlu mendatangkan alat berat untuk menggali lokasi yang akan digunakan sebagai tempat penguburan bangkai ikan.

Selain meminta bangkai ikan segera dibersihkan, warga juga berharap aliran air dari waduk dapat kembali dibuka. Dengan adanya pasokan air, Sungai Juana diharapkan kembali tergenangi sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian sekaligus mengurangi bau yang ditimbulkan bangkai ikan.

Ad Space

"Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali. Sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu," jelasnya.

Kekeringan Sungai Juana Terjadi untuk Kedua Kalinya

Sekretaris Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan kondisi Bendung Karet Sungai Juana yang mengering bukan kali pertama terjadi.

Menurutnya, kejadian serupa pernah terjadi pada 2024. Kali ini, warga kembali menghadapi persoalan serupa akibat kondisi sungai yang kekurangan air.

Luwito berharap penanganan bangkai ikan dapat segera dilakukan. Selain menimbulkan bau menyengat, warga khawatir tumpukan bangkai tersebut menimbulkan persoalan lain apabila dibiarkan terlalu lama.

Ad Space

"Harapannya, air waduk bisa dialirkan di sungai," ujarnya.

Permintaan tersebut juga menjadi perhatian para petani yang berada di sekitar lokasi. Mereka berharap aliran air kembali tersedia sehingga kebutuhan pengairan lahan pertanian dapat terpenuhi.

Pemerintah daerah kini menyiapkan langkah pembersihan sekaligus berkoordinasi terkait kebutuhan pengairan Sungai Juana agar persoalan tidak berlarut.

Bagikan: