Didik, Administrator
Tim Redaksi
Ilustrasi

Ilustrasi

BOYOLALI, Kanal9.id – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gebyok di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, dihentikan sementara setelah puluhan siswa mengalami gejala yang diduga akibat keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (10/9/2026).

Ketua Satgas SPPG Boyolali sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M. Syawalludin, membenarkan penghentian sementara operasional SPPG tersebut.

“Artinya itu kami off-kan operasionalnya. Keputusan suspend atau enggak itu ada di BGN,” ujar Syawalludin, Senin (14/9/2026).

Syawalludin meminta seluruh petugas SPPG meningkatkan kehati-hatian dalam setiap tahapan penyediaan makanan. Hal tersebut mencakup pemilihan menu, kualitas dan higienitas bahan makanan, hingga proses pengolahan makanan.

Pemerintah Kabupaten Boyolali juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Ad Space

Sampel tersebut diduga berkaitan dengan munculnya keluhan kesehatan pada siswa SMPN 1 Selo dan SMPN 2 Selo.

Syawalludin belum dapat memastikan kapan operasional SPPG Gebyok akan kembali dibuka. Menurut dia, penghentian operasional juga pernah dilakukan terhadap SPPG Siswodipuran 2 Boyolali setelah terjadi kasus serupa di SMPN 6 Boyolali.

“SPPG Siswodipuran 2 sampai hari ini juga belum dibuka lagi, meskipun hasil laboratoriumnya sudah keluar,” katanya.

34 Siswa Alami Gejala

Sebelumnya, puluhan siswa dari SMPN 1 Selo dan SMPN 2 Selo mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah menyantap menu MBG pada Kamis (10/9/2026).

Ad Space

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, FX Kristandiyoko, membenarkan adanya dugaan keracunan tersebut.

“Ada 34 orang bergejala gatal, mual, dan muntah-muntah. Mayoritas gatal-gatal. Tiga diobservasi di Puskesmas Selo, kondisi stabil dan teratasi dengan baik,” ujarnya.

Camat Selo, Eko Dodi Apriyanto, mengatakan 34 siswa yang mengalami gejala tersebut terdiri atas 33 siswa SMPN 1 Selo dan satu siswa SMPN 2 Selo.

Keluhan yang dirasakan antara lain gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, mulas, dan pusing.

Dari puluhan siswa tersebut, tiga orang harus menjalani rawat inap di Puskesmas Selo.

Ad Space

Ketiganya yakni PA, siswa kelas VII B SMPN 1 Selo, yang mengalami gatal, pusing, sesak napas, dan mual. Kemudian FR, siswa kelas VIII C SMPN 1 Selo, dengan keluhan gatal, pusing, sesak napas, dan mual.

Satu siswa lainnya, DW dari kelas IX A SMPN 1 Selo, mengalami sakit perut, mual, sesak napas, dan pusing.

“Sampel dari SPPG telah diamankan. Itu dari SPPG Gebyok Selo,” kata Eko.

Sampel Makanan Diamankan

Pada saat kejadian, SPPG Gebyok Selo menyajikan menu MBG berupa nasi, udang crispy saus mentega, tempe kemangi, capcay pakcoy dan jagung, serta potongan buah melon.

Ad Space

Sampel makanan tersebut kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat membantu mengetahui penyebab munculnya gejala pada para siswa.

Kasus dugaan keracunan MBG sebelumnya juga terjadi di SMPN 6 Boyolali pada Kamis (20/8/2026).

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 96 siswa dan empat tenaga pendidik mengalami keracunan setelah menyantap makanan MBG. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan pemerintah daerah, makanan tersebut terkontaminasi bakteri E. coli.


Bagikan: