Helmi, Administrator
Tim Redaksi

SEMARANG, Kanal9.id – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Kota Semarang tidak hanya menjadi panggung kompetisi dan syiar Islam. Perhelatan nasional tersebut turut memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


Transaksi produk UMKM yang berlangsung di kawasan pameran MTQ bahkan dilaporkan mencapai sekitar Rp500 juta setiap hari.


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan tingginya transaksi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan berskala nasional dapat menciptakan efek ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Ad Space


Menurutnya, kehadiran peserta, pendamping, pengunjung, serta pelaku usaha dari berbagai daerah membuat terjadi pertemuan antara potensi produk lokal dengan pasar yang lebih luas.


"Ini membuktikan bahwa melalui MTQ, UMKM ikut tumbuh dan berkembang. Mereka yang berasal dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota dapat bertemu sehingga kita bersama-sama merasakan perputaran ekonomi di wilayah Jawa Tengah," kata Luthfi, dikutip Selasa (15/9/2026).


Ad Space

Luthfi berharap momentum MTQ Nasional XXXI tidak berhenti ketika rangkaian kegiatan berakhir. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ingin pertemuan antarpelaku usaha dari berbagai daerah dapat berkembang menjadi jaringan perdagangan dan kemitraan yang berkelanjutan.


Dengan demikian, produk-produk unggulan daerah yang dibawa ke Semarang memiliki peluang untuk mendapatkan pasar baru, termasuk di luar daerah asalnya.


Produk Daerah Dipamerkan

Ad Space


Dampak ekonomi tersebut terlihat dari aktivitas di Pameran Serambi Nusantara yang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi selama MTQ Nasional XXXI.


Luthfi juga meninjau langsung sejumlah stan UMKM. Beragam produk ditawarkan, mulai dari makanan tradisional, kerajinan tangan, kain khas daerah, aksesori, busana muslim, hingga berbagai produk kreatif lainnya.


Ad Space

Pameran tersebut digelar di kawasan Parkir Simpanglima, Kota Semarang, selama delapan hari, mulai 12 hingga 19 September 2026.


Lokasi yang berada di pusat Kota Semarang membuat kawasan pameran ramai dikunjungi masyarakat. Setiap stan juga membawa ciri khas daerah masing-masing sehingga pengunjung dapat melihat sekaligus membeli berbagai produk dari penjuru Indonesia.


Tidak hanya menjadi tempat transaksi, pameran tersebut juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dari luar daerah.

Ad Space


Produk Papua Diserbu Pengunjung


Antusiasme tinggi juga dirasakan peserta pameran yang datang dari luar Pulau Jawa.


Ad Space

Salah satunya stan Kabupaten Mimika, Papua. Sekretaris I Dekranasda Kabupaten Mimika, Lintje Siwabessy Paiman, mengatakan produk yang mereka bawa langsung mendapat perhatian pengunjung sejak hari pertama.


Bahkan, tingginya jumlah pembeli membuat pengelola stan sempat kewalahan melayani pengunjung.


"Hari pertama kami sampai kewalahan. Mungkin masyarakat ingin melihat apa saja yang dibawa oleh teman-teman dari Papua," ujar Lintje.

Ad Space


Menurutnya, keikutsertaan dalam Pameran Serambi Nusantara menjadi kesempatan penting bagi pelaku usaha di Papua untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.


Selain memperkenalkan kerajinan dan produk unggulan daerah, kehadiran dalam pameran nasional juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM Papua untuk melihat secara langsung respons konsumen dan mengukur daya saing produknya di pasar Pulau Jawa.


Ad Space

MTQ Nasional XXXI 2026 dengan demikian tidak hanya mempertemukan para peserta dari berbagai daerah dalam kompetisi keagamaan, tetapi juga mempertemukan produk, pelaku usaha, dan konsumen dalam satu ruang ekonomi yang lebih luas.

Bagikan: