UNGARAN, Kanal9.id – Video yang memperlihatkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa telur yang diduga masih mentah viral di media sosial. Sajian tersebut disebut dibagikan kepada siswa di salah satu sekolah di wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang.
Dalam video yang beredar, telur yang menjadi lauk dalam paket MBG tampak telah dikupas sebagian. Namun, bagian dalam telur terlihat belum matang dan cairannya bahkan tampak menetes ke dalam wadah makanan.
Selain telur, perekam video juga memperlihatkan potongan kentang dalam menu tersebut. Salah satu potongan kentang tampak berwarna lebih gelap dengan bintik-bintik hitam dibandingkan potongan lainnya.
Menanggapi video tersebut, Koordinator Wilayah Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Kabupaten Semarang, Muhammad Romi Dian Sukma, menyampaikan permohonan maaf.
"Saya Sukma Korwil Kabupaten Semarang. Pertama-tama saya memohon maaf atas kejadian yang terjadi seperti yang diberitakan," kata Sukma, Minggu (20/9/2026).

Sukma mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan. SPPG yang berkaitan dengan penyediaan menu tersebut juga telah diminta melakukan evaluasi.
"Saat ini kami sudah melakukan pelaporan kepada pimpinan dan untuk SPPG yang bersangkutan sudah kami evaluasi," ujarnya.
Ia berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG. Sukma juga membuka ruang bagi penerima manfaat untuk menyampaikan kritik maupun saran terkait kualitas makanan.
Menurutnya, masukan dari penerima manfaat dapat disampaikan secara langsung kepada pihak SPPG agar dapat segera ditindaklanjuti.
"Semoga kejadian seperti yang diberitakan tidak terulang kembali. Kami sangat menerima kritik dan saran dari penerima manfaat namun besar harapan kami agar saran dan kritik bisa langsung disampaikan kepada pihak SPPG," jelasnya.

Hanya Satu Menu dari 2.463 Penerima Manfaat
Ketua Koordinator Regional (Kareg) Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah, Reza Mahendra, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Ia menjelaskan, menu yang dipersoalkan berasal dari SPPG Semarang Ungaran Barat 4 dan dibagikan pada Jumat (18/9/2026).
"Perihal kejadian tersebut adalah menu di SPPG Semarang Ungaran Barat 4. Menu hari Jumat 18 September 2026," kata Reza melalui pesan WhatsApp.
Reza menyebut laporan mengenai telur yang belum matang hanya ditemukan pada satu menu dari ribuan paket makanan yang didistribusikan pada hari tersebut.

"Menu telur yang tidak matang dilaporkan dalam satu menu dari 2.463 penerima manfaat," ungkapnya.
Kejadian tersebut, lanjut Reza, telah dilaporkan kepada BGN. Pihak terkait kemudian memberikan rekomendasi agar dilakukan evaluasi terhadap proses penyajian menu.
Selain evaluasi, pihak SPPG juga diminta menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penyajian telur dalam kondisi sudah dikupas sehingga kondisi kematangan telur dapat diperiksa sebelum makanan didistribusikan.
"Sudah dilaporkan ke BGN dan diminta ada evaluasi serta permintaan maaf ke sekolah agar kiranya menu telur seharusnya dikupas cangkang telurnya," pungkas Reza.
