Ahmad Wahid, Administrator
Tim Redaksi


BREBES, Kanal9.id – Kemarau panjang selama lebih dari lima bulan menyebabkan warga Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengalami krisis air bersih. Sejumlah sumur mengering, sementara air sumur yang tersisa berwarna kuning, keruh, dan berbau.

Kondisi semakin sulit karena pasokan air dari PDAM terhenti akibat perbaikan saluran. Warga pun terpaksa mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih yang disalurkan Kejaksaan Negeri Brebes bersama sejumlah elemen masyarakat, Kamis (15/10/2026).

Warga membawa ember, jerigen, hingga galon untuk menampung air yang terutama digunakan untuk kebutuhan minum. Sementara itu, kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) terpaksa mengandalkan air sumur yang berbau setelah diendapkan.

Salah seorang warga, Indriyani, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, warga terkadang tidak mandi karena keterbatasan air. Aliran PDAM disebut hanya keluar pada dini hari dengan debit yang sangat kecil.

Ad Space

Sementara itu, Kasie Intel Kejari Brebes Hendrik Murbawan mengatakan, Kejaksaan Negeri Brebes menyalurkan bantuan menggunakan lima mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter air bersih. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak kekeringan.

Warga berharap bantuan air bersih dapat ditambah dan PDAM Brebes segera memperbaiki saluran agar pasokan air kembali normal, mengingat kemarau diperkirakan masih berlangsung.***


Bagikan: