Atmosfer kompetisi olahraga lari ekstrem kembali menggeliat di ibu kota lewat gelaran Simulasi II Vertical Run 2026. Sebanyak ratusan peserta dari berbagai kalangan runner, baik amatir maupun atlet profesional, berkumpul sejak pagi hari untuk menguji ketahanan fisik dan mental menaklukkan ribuan anak tangga di gedung pencakar langit.
Ajang simulasi kedua ini digelar sebagai tahap pemanasan dan kualifikasi teknis jelang pelaksanaan kejuaraan utama Vertical Run 2026. Panitia penyelenggara menyiapkan rute tanjakan ekstrem menyusuri puluhan lantai gedung dengan tingkat kemiringan dan variasi ketinggian yang membutuhkan konsentrasi ekstra.
Sejak bendera start dikibarkan, para peserta langsung melesat memasuki lorong tangga darurat gedung. Tantangan utama olahraga ini tidak hanya terletak pada kekuatan otot kaki dan paru-paru, tetapi juga kemampuan mengelola regulasi napas di ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang terbatas.

Guna menjamin keselamatan seluruh peserta, tim medis dan relawan disiagakan secara ketat di setiap beberapa lantai. Pengukuran denyut jantung dan pemeriksaan kebugaran wajib dilalui setiap pelari sebelum diizinkan menginjak garis start.
Kategori yang diperlombakan mencakup kelas profesional putra dan putri, kelas komunitas, hingga kelas master bagi peserta berusia di atas 45 tahun. Antusiasme masyarakat terlihat dari meningkatnya jumlah pendaftar yang melampaui kuota awal yang disediakan oleh pihak panitia.

Pelari terpilih dalam simulasi kedua ini mencatatkan rekor waktu yang cukup mengagumkan. Beberapa atlet nasional mampu menuntaskan rute hingga puncak lantai teratas hanya dalam kurun waktu beberapa menit saja, membuktikan persiapan matang yang telah mereka jalani.
Para peserta mengapresiasi kerapian tata kelola simulasi kali ini, mulai dari sistem pencatatan waktu berbasis timing chip digital, ketersediaan hydration point di setiap pos penyeleksian, hingga fasilitas pemulihan fisik (recovery area) di garis finis puncak gedung.
Ketua panitia penyelenggara menyatakan bahwa tren olahraga lari vertikal kian digemari masyarakat perkotaan karena menawarkan variasi tantangan yang berbeda dibanding kompetisi lari jalan raya (road race) biasa. Olahraga ini memadukan kekuatan kardio, fokus mental, dan pemandangan spektakuler dari ketinggian kota.

Penyelenggaraan simulasi ini juga berfungsi sebagai uji coba sistem keamanan internal gedung serta pengujian kesiapan personel evakuasi darurat. Evaluasi dari simulasi kedua akan menjadi rujukan utama penyempurnaan pada hari puncak kejuaraan mendatang.
Suksesnya gelaran simulasi kedua ini optimis membawa semangat baru bagi perkembangan olahraga rekreasi dan prestasi di Indonesia. Para peserta kini semakin terpacu untuk mempertajam catatan waktu terbaik mereka menjelang laga utama Vertical Run 2026.
