Didik, Administrator
Tim Redaksi

SEMARANG, Kanal9.id – Atlet pencak silat kontingen Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita, meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat cedera pada jari tengah tangan kiri saat berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.

Ayudiah mengalami cedera ketika mengikuti pertandingan pertama kelas A putri pencak silat di GOR Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Senin (26/10/2026), sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah mengalami cedera, Ayudiah langsung dibawa ke RS Primaya Semarang untuk mendapatkan penanganan medis. Saat tiba di rumah sakit, atlet tersebut dilaporkan masih dalam kondisi sadar.

Direktur RS Primaya Semarang, dr. Aditya Nugraha, M.Biomed., M.M., menjelaskan bahwa Ayudiah menjalani sejumlah pemeriksaan sebelum menjalani operasi. Pemeriksaan tersebut mencakup evaluasi kelayakan operasi, pemeriksaan laboratorium, serta pemberian obat-obatan untuk menangani infeksi dan mempersiapkan tindakan medis.

Ad Space

Operasi dilakukan pada Senin malam, mulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga 20.00 WIB, dengan menggunakan anestesi umum atau bius total.

“Setelah mendapatkan penanganan awal, Ayudia menjalani operasi pada Senin malam. Operasi berlangsung sekitar pukul 18.00 hingga 20.00 WIB,” kata Aditya di RS Primaya Semarang, Rabu (28/10/2026).

Sempat Sadar dan Berkomunikasi Setelah Operasi

Menurut Aditya, kondisi Ayudiah setelah operasi sempat menunjukkan perkembangan yang dinilai cukup baik. Pasien sadar penuh setelah tindakan medis selesai dan kemudian dipindahkan kembali ke ruang perawatan.

Ayudiah bahkan masih dapat berkomunikasi dengan tenaga medis dan menggunakan telepon genggamnya.

Ad Space

Pihak rumah sakit selanjutnya memberikan obat-obatan pascaoperasi serta melakukan pemantauan terhadap kondisi pasien.

Tenaga medis kembali mendatangi ruang perawatan sekitar pukul 23.00 WIB untuk memeriksa kondisi Ayudiah sekaligus memberikan obat-obatan.

Pemantauan berikutnya dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB pada Rabu dini hari. Saat itu, Ayudiah masih terlihat bernapas dan bergerak ketika tidur.

Namun, kondisi tersebut berubah ketika tenaga medis kembali melakukan pemeriksaan sekitar pukul 05.30 WIB. Ayudiah ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri, tanpa napas dan denyut jantung.

Penyebab Kematian Belum Dipastikan

Ad Space

Pihak RS Primaya Semarang menyatakan belum dapat memastikan penyebab kematian Ayudiah. Berbagai kemungkinan masih perlu ditelusuri melalui penyusunan kronologi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Aditya menyampaikan bahwa proses penanganan pasien, mulai dari pemeriksaan awal, persiapan operasi, pelaksanaan tindakan hingga perawatan setelah operasi, telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di rumah sakit.

Pihak medis juga menyebut telah menanyakan riwayat alergi dan penyakit pasien sejak awal pemeriksaan. Berdasarkan informasi yang diterima tenaga medis saat itu, tidak ada riwayat alergi maupun penyakit yang disampaikan.

Meski demikian, rumah sakit tetap membuka kemungkinan adanya faktor lain yang perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya atlet tersebut.

“Tentunya ada berbagai macam penyebab yang masih menjadi dugaan. Kami belum bisa memastikan itu, mengingat penyebabnya ada beberapa faktor,” ujar Aditya.

Ad Space

Ia juga mengungkapkan keterkejutan pihak rumah sakit atas perubahan kondisi pasien yang sebelumnya masih sadar dan dapat berkomunikasi setelah menjalani operasi.

Pertandingan Pencak Silat Porprov Tetap Berlanjut

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, memastikan rangkaian pertandingan pencak silat dalam Porprov Jateng tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pihak penyelenggara menyebut setiap atlet telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum bertanding sesuai prosedur yang ditetapkan panitia.

Penanganan terhadap Ayudiah setelah mengalami cedera juga disebut telah mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) kesehatan.

Ad Space

Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Ayudiah Rivana Tridiandinita masih belum dapat disimpulkan. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan faktor yang menyebabkan kondisi atlet tersebut memburuk setelah sebelumnya menjalani operasi dan sempat sadar penuh.

Bagikan: