Didik, Administrator
Tim Redaksi

BANJARNEGARA, Kanal9.id – Dieng Culture Festival (DCF) 2026 kembali digelar di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 28-29 Agustus 2026.

Festival tahunan ini kembali menghadirkan perpaduan tradisi, seni, alam, dan kehidupan masyarakat Dieng dalam berbagai rangkaian kegiatan budaya.

Koordinator Umum DCF 2026, Alif Faozi, mengatakan penyelenggaraan festival melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Menurutnya, DCF merupakan festival gotong royong yang mempertemukan masyarakat, sivitas akademika, media, pemerintah, hingga pelaku usaha.

“Festival kami adalah festival gotong royong yang melibatkan masyarakat, sivitas akademik, media, pemerintah, hingga para pelaku usaha atau bisnis,” kata Alif kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).

Ad Space

Ritual Cukur Rambut Anak Gimbal

Salah satu agenda yang menjadi daya tarik utama DCF adalah ritual cukur rambut anak gimbal. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dari kebudayaan masyarakat Dieng dan secara rutin dihadirkan dalam pelaksanaan festival. 

Selain ritual tersebut, DCF 2026 juga menyajikan sejumlah agenda seni dan budaya yang berlangsung di beberapa lokasi.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan diskusi kebudayaan bertajuk **Kongkow Budaya**. Agenda ini menghadirkan budayawan Sabrang Mowo Damar Panuluh serta sejumlah tokoh masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan musik Kiai Kanjeng yang digelar di Venue Arjuna.

Ad Space

Sementara itu, Venue Gatotkaca akan menjadi lokasi Festival Kopi Dieng dan pertunjukan Jazz Atas Awan Showcase.

Musisi Nasional Jadi Kejutan

Pertunjukan Jazz Atas Awan juga akan digelar di Venue Pandawa dengan menghadirkan sejumlah musisi dan artis nasional.

Namun, panitia memilih tidak mengumumkan seluruh nama pengisi acara kepada publik.

Alif mengatakan keputusan tersebut sengaja dilakukan untuk memberikan kejutan kepada para peserta yang datang ke Dieng.

Ad Space

“Sejak dulu kami sengaja tidak banyak mempublikasikan siapa musisi/artis yang hadir di Dieng Culture Festival,” ujarnya.

Menurut Alif, para musisi yang hadir dianggap sebagai bagian dari keluarga besar DCF dan kehadiran mereka menjadi kejutan tersendiri bagi pengunjung.

“Karena sesungguhnya kehadiran para musisi itu sebenarnya 'jodoh' dan menjadi bagian dari keluarga besar Dieng Culture Festival yang memberikan kejutan bagi peserta yang hadir,” katanya.

Meski daftar penampil belum seluruhnya diumumkan, antusiasme wisatawan terhadap DCF 2026 disebut cukup tinggi.

Sejumlah penginapan dan hunian di kawasan Dieng bahkan telah dipesan oleh ribuan wisatawan yang berencana menghadiri festival.

Ad Space

Panitia Perhatikan Pengelolaan Sampah

Selain menyiapkan berbagai kegiatan budaya dan hiburan, panitia DCF 2026 juga memperhatikan aspek lingkungan selama festival berlangsung.

Berbagai infrastruktur disiapkan di sejumlah lokasi acara, termasuk sistem pengelolaan sampah.

Panitia akan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah yang dihasilkan selama festival dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Banjarnegara serta Sekber Pecinta Alam Banjarnegara.

“Kami akan mengolah dan memilah sampah, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Banjarnegara dan Sekber Pecinta Alam Banjarnegara,” tutur Alif.

Ad Space

Sampah yang terkumpul nantinya akan diproses untuk dimanfaatkan kembali. Sebagian di antaranya akan dijadikan bahan daur ulang dan pupuk organik.

Dengan menggabungkan tradisi lokal, pertunjukan seni, musik, kuliner, serta kepedulian terhadap lingkungan, DCF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Dieng.

Bagikan: