Didik, Administrator
Tim Redaksi

Kanal9.id - Kecerdasan buatan (AI) kini semakin berkembang. Tidak hanya menjawab pertanyaan, teknologi ini mulai mampu menjalankan berbagai aktivitas digital secara mandiri, mulai dari belanja online, memesan tiket, mengatur jadwal, hingga mengirim email.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Muse, agen AI personal yang diperkenalkan Meta pada September 2026. Berbeda dari chatbot biasa, Muse dirancang untuk menggunakan peramban internet dan menyelesaikan tugas atas nama pengguna dengan persetujuan yang diperlukan.

Meski menawarkan kemudahan, kehadiran agen AI juga memunculkan sejumlah risiko. Profesor MIT Ramesh Raskar, seperti dikutip BBC, mengingatkan bahwa penggunaan agen AI membutuhkan aturan yang jelas agar tidak menimbulkan kekacauan di ruang digital.

Salah satu kekhawatirannya adalah persaingan otomatis dalam pemesanan tiket konser, transportasi, maupun reservasi restoran. Jika banyak agen AI melakukan pemesanan secara bersamaan, pengguna yang melakukan transaksi secara manual berpotensi semakin kesulitan mendapatkan layanan.

Risiko lainnya menyangkut pelaku usaha, terutama UMKM. Agen AI dapat mengirim pertanyaan produk, meminta penawaran, hingga melakukan negosiasi secara otomatis. Jika terjadi dalam jumlah besar, aktivitas tersebut berpotensi membebani pemilik usaha.

Ad Space

Direktur Program AI dan Hak Asasi Manusia di Electronic Privacy Information Center (EPIC), Calli Schroeder, juga mengingatkan bahwa agen AI dapat memperbesar persoalan aktivitas bot yang selama ini sudah terjadi di internet.

Selain itu, keamanan data pribadi menjadi perhatian penting. Untuk menjalankan tugasnya, agen AI mungkin membutuhkan akses ke email, kalender, dokumen, hingga akun digital pengguna.

Meta menyebut Muse memiliki sistem perlindungan dan pembatasan akses. Namun, teknologi tersebut tidak sepenuhnya bebas dari risiko serangan maupun manipulasi instruksi. Bahkan, laporan mengenai kerentanan keamanan yang berpotensi membuka akses terhadap data sensitif pengguna menjadi pengingat bahwa teknologi ini masih perlu dikembangkan.

Bagi masyarakat Indonesia, penggunaan agen AI perlu disertai kehati-hatian. Pengguna sebaiknya membatasi izin akses aplikasi, tidak sembarangan membagikan informasi sensitif, serta memastikan transaksi penting tetap berada dalam kendali pribadi.

Agen AI memang berpotensi membuat aktivitas digital lebih praktis dan menghemat waktu. Namun, perkembangan teknologi ini juga harus diimbangi aturan yang jelas, perlindungan data pribadi, dan sistem yang mampu menjaga keamanan serta keadilan bagi seluruh pengguna internet. 

Ad Space
Bagikan: