JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh warga ibu kota untuk kembali menerapkan protokol kesehatan 5M. Imbauan ini diterbitkan sebagai langkah kewaspadaan menghadapi potensi dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meskipun jarak lokasi erupsi cukup jauh, arah angin berpotensi membawa partikel debu halus ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Gubernur meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak ada keperluan yang mendesak demi menghindari paparan debu.

Penggunaan masker saat berada di area terbuka sangat dianjurkan untuk melindungi saluran pernapasan dari partikel abu yang mengandung zat kimia berbahaya.
Mencuci tangan dengan sabun, menutup penampungan air bersih, serta menjaga kebersihan makanan juga menjadi bagian penting dari imbauan keselamatan ini.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kasus gangguan pernapasan atau ISPA di fasilitas kesehatan masyarakat.
Pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan badan meteorologi dan pemantau gunung api guna memantau pergerakan arah angin secara real-time.
Langkah antisipasi dini ini diambil untuk memastikan kesehatan warga Jakarta tetap terlindungi dari dampak buruk abu vulkanik.

Masyarakat diminta untuk tidak panik namun tetap waspada serta selalu memantau informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Sinergi antara kesadaran warga dan kesiapsiagaan pemerintah daerah diharapkan dapat meminimalisasi risiko gangguan kesehatan akibat fenomena alam ini.
