Helmi, Administrator
Tim Redaksi

BANJARMASIN – Malam yang semula berjalan normal berubah menjadi kepanikan ketika KM Virgo Transport 8 mulai oleng di tengah Laut Jawa. Seorang penumpang selamat, Rinto Arahab, masih mengingat jelas suara aneh yang didengarnya sebelum kapal perlahan miring hingga akhirnya terbalik.


Rinto menjadi salah satu penumpang yang berhasil menyelamatkan diri dalam kecelakaan kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut.


Kepada wartawan, Rinto menceritakan bahwa kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (12/9/2026). Setelah sekitar lima jam berlayar, kondisi laut mulai berubah.

Ad Space


Sekitar pukul 02.00 dini hari, Rinto mendengar suara seperti besi patah. Tidak lama setelah itu, badan kapal mulai oleng ke sisi kiri.


“Saat ombak menghantam itu terdengar ada suara besi patah. Kejadiannya itu jam 2 dini hari. Kapal mulai oleng sebelah kiri,” kata Rinto, seperti diberitakan sejumlah media.


Ad Space

Dalam situasi yang berlangsung sangat cepat, Rinto berusaha menyelamatkan diri.


Sekitar dua menit setelah kapal mulai miring, dia keluar dari bagian dalam kapal untuk mencari jaket pelampung atau life jacket. Setelah mendapatkan pelampung, Rinto kemudian bertahan dengan berpegangan di bagian sisi kapal.


Kemiringan kapal semakin parah. Hingga akhirnya Virgo Transport 8 benar-benar terbalik.

Ad Space


Rinto bahkan sempat naik ke bagian atas lambung kapal yang sudah berada dalam posisi terbalik untuk mempertahankan diri dari ganasnya laut.


Setelah kapal terbalik, suasana semakin mencekam. Kondisi gelap membuat Rinto kesulitan melihat penumpang lainnya.


Ad Space

Ia bersama sejumlah korban lain kemudian terombang-ambing di laut selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan dari kapal tugboat yang melintas di sekitar lokasi.


Rinto juga mengalami luka akibat benturan ketika berusaha menyelamatkan diri.


“Luka ini karena benturan,” ujarnya.

Ad Space


Ombak Lebih dari Dua Meter


Kesaksian Rinto memperlihatkan betapa berat kondisi laut saat kecelakaan terjadi.


Ad Space

Menurutnya, tinggi gelombang ketika kapal mulai mengalami masalah mencapai lebih dari dua meter. Laporan lain menyebut tinggi gelombang di kawasan pencarian berkisar 2 hingga 2,5 meter.


Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang kini menjadi perhatian dalam penyelidikan kecelakaan.


Basarnas menjelaskan, sebelum komunikasi kapal terputus, pihak kapal memang telah melaporkan kondisi cuaca yang memburuk. Beberapa jam kemudian, kapal mengalami perubahan kondisi hingga miring.

Ad Space


Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyebut kapal mengalami perubahan center of gravity atau pusat gravitasi yang menyebabkan kapal mengalami kemiringan. Kapal kemudian mengirimkan sinyal permintaan bantuan sebelum komunikasi terputus.


Menurut keterangan Basarnas yang dikutip media, kapal juga diduga mengalami hantaman gelombang dari sisi lambung kanan sebelum akhirnya mengalami kemiringan.


Ad Space

Namun, penyebab pasti kecelakaan belum dapat disimpulkan. Pemerintah telah meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi secara menyeluruh dan independen.


Hilang Kontak Sekitar Pukul 02.00 WITA


Rangkaian kecelakaan tersebut bermula ketika KM Virgo Transport 8 menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Ad Space


Kapal diketahui berangkat dari Terminal Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (12/9/2026) pagi. Data pelayaran yang dikutip sejumlah media mencatat keberangkatan sekitar pukul 10.00-10.13 WIB.


Memasuki malam hingga dini hari, kondisi cuaca memburuk.


Ad Space

Sekitar pukul 02.00 WITA, pihak kapal dilaporkan sudah menyampaikan kondisi kapal yang mulai miring. Tidak lama berselang, komunikasi kapal terputus.


Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menerima laporan mengenai hilang kontak tersebut sekitar pukul 04.10 WITA dari Yoel Rihi, General Manager PT Virgo.


Titik terakhir kapal tercatat di perairan Laut Jawa, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Ad Space


Basarnas kemudian mengerahkan kapal dan armada udara untuk mencari Virgo Transport 8.


Dalam perkembangan pencarian, helikopter SAR akhirnya berhasil menemukan kapal tersebut dari udara.


Ad Space

Bukan lagi sekadar hilang kontak, Virgo Transport 8 terlihat dalam kondisi terbalik di tengah laut.


Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut kapal ditemukan dalam kondisi terbalik namun pada saat itu belum sepenuhnya tenggelam.


243 Orang Berada di Dalam Kapal

Ad Space


Berdasarkan data manifes yang digunakan Basarnas, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal. Kapal tersebut juga mengangkut kendaraan dalam jumlah besar. Sejumlah laporan menyebut terdapat sekitar 89 kendaraan di dalam kapal.


Jumlah korban kemudian berubah seiring proses evakuasi berlangsung.


Ad Space

Dalam pembaruan operasi SAR pada Senin (14/9/2026), Basarnas mencatat 108 orang berhasil diselamatkan, enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang masih dalam pencarian.


Artinya, hingga pembaruan tersebut, perjuangan tim SAR masih jauh dari selesai.


Ratusan Petugas Dikerahkan

Ad Space


Operasi pencarian dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI AL, Polri, KSOP, Pelindo, BPBD, PMI, serta berbagai unsur SAR lainnya.


Pada hari kedua pencarian, sekitar 622 personel gabungan dikerahkan. Tim dibagi ke dalam sejumlah sektor pencarian untuk memperluas wilayah penyisiran terhadap korban yang masih belum ditemukan.


Ad Space

Operasi tidak hanya dilakukan menggunakan kapal.


Pesawat dan helikopter juga dikerahkan untuk melakukan pencarian dari udara, sementara kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi turut diminta membantu proses penyelamatan.


Tim khusus penyelam juga disiapkan karena posisi kapal dalam kondisi terbalik membuat kemungkinan adanya korban yang masih berada di sekitar atau di dalam badan kapal menjadi salah satu perhatian dalam operasi berikutnya.

Ad Space


Kesaksian Rinto Jadi Gambaran Detik-Detik Kapal Terbalik


Kesaksian Rinto memberikan gambaran mengenai bagaimana cepatnya situasi berubah.


Ad Space

Dalam hitungan menit, penumpang yang sebelumnya berada di dalam kapal harus mencari pelampung dan tempat untuk bertahan. Kapal yang semula berlayar menuju Banjarmasin kemudian berubah menjadi tempat perjuangan hidup dan mati.


Rinto memilih bertahan di sisi kapal ketika badan kapal semakin miring. Ketika kapal akhirnya terbalik, ia naik ke bagian lambung kapal yang berada di atas permukaan air.


Ia kemudian terombang-ambing selama sekitar empat jam sebelum pertolongan datang.

Ad Space


Kesaksian tersebut juga memperlihatkan bagaimana kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi memiliki peran penting dalam menyelamatkan korban.


Sejumlah kapal yang melintas ikut mengevakuasi para penumpang. Sebagian korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.


Ad Space

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki


Meski cuaca buruk dan gelombang tinggi disebut dalam kronologi awal, pemerintah belum menetapkan satu penyebab pasti kecelakaan.


Basarnas menyebut kapal mengalami kemiringan setelah menghadapi kondisi laut yang buruk dan diduga dihantam gelombang. Namun, apakah faktor cuaca menjadi satu-satunya penyebab atau terdapat faktor lain masih harus dibuktikan melalui investigasi.

Ad Space


Karena itu, pemerintah menyerahkan penyelidikan kepada KNKT.


Investigasi nantinya diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan penting: bagaimana kondisi kapal sebelum berangkat, bagaimana kondisi muatan dan distribusi kendaraan, bagaimana sistem keselamatan bekerja, bagaimana respons awak kapal ketika kapal mulai miring, serta apakah seluruh prosedur keselamatan pelayaran telah dijalankan.


Ad Space

Menteri Perhubungan juga menegaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah menyelamatkan dan menemukan korban, sementara penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh.


Di tengah operasi SAR yang masih berlangsung, keluarga para penumpang terus menunggu kabar.


Bagi mereka, setiap kapal yang kembali ke pelabuhan membawa harapan baru. Sementara bagi para penyintas seperti Rinto, suara besi patah, kapal yang tiba-tiba oleng, dan empat jam bertahan di tengah laut akan menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Ad Space


Tragedi KM Virgo Transport 8 kini bukan hanya tentang sebuah kapal yang terbalik di Laut Jawa. Di balik angka ratusan penumpang, ada keluarga yang menunggu kepastian, korban yang masih dicari, serta para penyintas yang membawa cerita tentang bagaimana mereka berjuang untuk tetap hidup di tengah laut yang bergelombang.

Bagikan: