SURABAYA — Musim kemarau panjang memberikan dampak serius terhadap ketersediaan air bersih di wilayah Jawa Timur. Sebanyak 24 kabupaten dan kota di provinsi tersebut resmi menetapkan status darurat kekeringan setelah sumur dan sumber air warga mulai mengering.
Penetapan status darurat ini diambil untuk mempercepat penyaluran bantuan serta penanganan krisis air di wilayah terdampak.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BPBD setempat terus mendistribusikan jutaan liter air bersih menggunakan armada truk tangki secara berkala.

Sektor pertanian menjadi salah satu area yang paling terpukul akibat ribuan hektar lahan sawah terancam gagal panen karena ketiadaan irigasi.
Sejumlah waduk dan bendungan di wilayah Jawa Timur juga mencatatkan penurunan drastis volume air akibat minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.

BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air bersih secara bijak dan hemat serta memprioritaskan kebutuhan konsumsi harian.
Pemerintah daerah juga mengupayakan pembuatan sumur bor baru di titik-titik krisis sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air tahunan.
Koordinasi intensif terus dilakukan dengan BMKG untuk memantau prediksi pergerakan cuaca dan potensi datangnya musim hujan.

Bantuan pangan dan penyediaan tandon air darurat disalurkan ke desa-desa yang terisolasi dan berada di kawasan perbukitan.
Pemerintah berjanji akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada demi meminimalkan dampak kekeringan bagi kehidupan warga.
