Administrator, Administrator
Tim Redaksi

kanal9.id - Liburan kini tak melulu soal bersantai di pantai atau berburu kuliner. Bagi sebagian wisatawan, perjalanan justru terasa lebih istimewa ketika bisa menaklukkan lintasan maraton di kota-kota dunia sekaligus menikmati pengalaman berwisata.

Tren ini dikenal sebagai "sports holiday" atau wisata olahraga. Perpaduan antara aktivitas fisik, pencapaian pribadi, dan eksplorasi destinasi internasional tersebut semakin diminati wisatawan Indonesia.

Golden Rama Tours & Travel mencatat, penjualan produk wisata olahraga sepanjang 2026 tumbuh 16,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan olahraga mulai menjadi salah satu pertimbangan penting masyarakat dalam menentukan tujuan liburan.

General Manager Communications and CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton, mengatakan olahraga kini tidak hanya menjadi aktivitas tambahan saat berwisata. Bagi sebagian orang, justru ajang olahraga menjadi alasan utama untuk melakukan perjalanan.

“Sports Holiday menunjukkan bagaimana olahraga semakin menjadi bagian dari cara orang menikmati perjalanan,” ujar Ricky dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Oktober 2026.

Ad Space

Menurutnya, maraton internasional menawarkan pengalaman yang lebih luas. Wisatawan tidak hanya menghadapi tantangan fisik, tetapi juga merasakan atmosfer kota tujuan, mengenal budaya lokal, hingga merayakan pencapaian pribadi setelah menyelesaikan perlombaan.

Sydney dan London Jadi Favorit Pelari Indonesia

Tren wisata maraton juga menunjukkan perkembangan positif. Golden Rama mencatat jumlah peminat perjalanan maraton internasional meningkat 3,7 persen dari 2025 ke 2026.

Dari berbagai ajang yang ditawarkan, Sydney Marathon menjadi pilihan paling populer. Sekitar 38,7 persen pelanggan perjalanan maraton Golden Rama memilih mengikuti perlombaan di kota tersebut.

London Marathon menyusul di posisi berikutnya dengan persentase peminat mencapai 17,1 persen.

Ad Space

Popularitas maraton internasional ini berjalan seiring dengan meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga lari. Sepanjang 2026, lebih dari 500 kegiatan lari tercatat berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, jumlah komunitas lari meningkat hampir enam kali lipat pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Fenomena ini memperlihatkan bahwa lari bukan lagi sekadar olahraga individu, tetapi juga berkembang menjadi aktivitas sosial yang mempertemukan banyak orang dengan minat serupa.

Bagi sebagian pelari, mengikuti maraton di luar negeri bahkan menjadi target yang ingin dicapai setelah rutin berlatih di dalam negeri.

Tujuh Maraton Dunia Jadi Pilihan pada 2027

Melihat tingginya minat tersebut, Golden Rama menyiapkan berbagai pilihan perjalanan olahraga untuk 2027.

Ad Space

Wisatawan dapat memilih perjalanan menuju tujuh dari delapan ajang Abbott World Marathon Majors yang digelar di berbagai negara. Rangkaian perlombaan tersebut meliputi Tokyo, London, Cape Town, Sydney, Berlin, Chicago, dan New York Marathon.

Selain ajang maraton utama, tersedia pula perjalanan menuju sejumlah perlombaan populer lainnya, seperti Gold Coast Marathon, Nike Melbourne Marathon, dan Shanghai Marathon.

Pilihan perjalanan juga mencakup United Airlines NYC Half Marathon, RBC Brooklyn Half Marathon, serta rangkaian SuperHalfs yang berlangsung di enam kota Eropa.

Setiap destinasi menawarkan pengalaman yang berbeda. Ada pelari yang ingin merasakan atmosfer kota metropolitan, berlari melewati bangunan ikonik, atau menikmati pemandangan pesisir selama perlombaan.

Menariknya, perjalanan tidak berhenti ketika garis finis berhasil dilewati. Wisatawan masih memiliki kesempatan untuk menjelajahi destinasi, mencicipi kuliner khas, hingga mengunjungi tempat-tempat populer di kota tujuan.

Ad Space

Empat Hari Berwisata, Olahraga Sekaligus Menjelajah Kota

Wisata olahraga ternyata tidak selalu identik dengan maraton. Golden Rama juga menawarkan perjalanan untuk berbagai ajang internasional lainnya, mulai dari turnamen golf, pertandingan tenis dan sepak bola, hingga balapan motor seperti MotoGP dan Formula 1.

Berdasarkan data perusahaan, wisatawan yang mengikuti perjalanan bertema olahraga rata-rata menghabiskan empat hari di destinasi tujuan.

Durasi tersebut dinilai memberikan ruang bagi wisatawan untuk menikmati dua pengalaman sekaligus. Mereka bisa mempersiapkan diri menghadapi pertandingan atau perlombaan, sekaligus menjelajahi berbagai daya tarik wisata di lokasi tujuan.

Dengan begitu, perjalanan tidak terasa hanya berpusat pada satu agenda olahraga.

Ad Space

Persiapan Pelari Tak Hanya Soal Fisik

Mengikuti maraton di luar negeri tentu membutuhkan persiapan yang lebih matang dibandingkan perlombaan di dalam negeri.

Selain latihan fisik, pelari perlu memahami kondisi lintasan, cuaca, hingga kebutuhan asupan makanan selama mengikuti perlombaan.

Untuk membantu peserta, Golden Rama menyediakan lokakarya sebelum perlombaan. Kegiatan ini membahas berbagai hal penting, mulai dari pilihan makanan, kondisi lintasan, cuaca di lokasi, hingga sesi berbagi pengalaman bersama pelari berpengalaman.

Peserta juga mendapatkan pendampingan pemandu selama perjalanan untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka di destinasi.

Ad Space

Layanan tersebut diharapkan dapat membuat wisatawan lebih siap menghadapi perlombaan sekaligus menikmati perjalanan dengan nyaman.

Meningkatnya minat terhadap wisata olahraga memperlihatkan bahwa cara masyarakat menikmati liburan terus berkembang. Perjalanan kini tidak hanya menjadi kesempatan untuk beristirahat, tetapi juga ruang untuk mencoba tantangan baru dan mencapai target pribadi.

Bagi para pelari, menaklukkan maraton di kota dunia mungkin menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi jika setelah melewati garis finis, masih ada kesempatan untuk menikmati keindahan kota, mencicipi kuliner lokal, dan membawa pulang cerita dari perjalanan yang penuh pengalaman.


Bagikan: