JAKARTA – Komisi Warisan Budaya Arab Saudi mengumumkan penemuan sebuah prasasti batu yang memuat nama Khalifah Umar bin Khattab di wilayah Madinah. Temuan arkeologi tersebut dinilai menjadi salah satu bukti penting yang memperkaya catatan sejarah Islam pada masa-masa awal sekaligus memperkuat dokumentasi warisan budaya di Kerajaan Arab Saudi.
Prasasti itu ditemukan dalam proyek survei arkeologi berskala besar yang dilakukan di Kabupaten Al Mahd, Madinah. Penelitian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah Arab Saudi untuk mendokumentasikan dan melestarikan situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan perkembangan peradaban Islam.
Dalam pelaksanaan survei tahap pertama dan kedua, tim arkeolog berhasil mencatat 1.774 temuan arkeologi, mulai dari prasasti batu, ukiran kuno, hingga peninggalan sejarah lainnya yang tersebar di kawasan tersebut.

Salah satu temuan yang paling menarik perhatian adalah prasasti yang memuat nama Umar bin Khattab, khalifah kedua dalam sejarah Islam. Selain itu, para peneliti juga menemukan sejumlah ukiran puisi Arab kuno yang dipahat di permukaan batu, yang diyakini mencerminkan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Arab pada masa lampau.
Menurut Komisi Warisan Budaya Arab Saudi, rangkaian temuan tersebut memberikan informasi baru mengenai sejarah kawasan Madinah sekaligus membantu para peneliti memahami perkembangan peradaban Islam pada abad-abad awal setelah masa Nabi Muhammad ﷺ.

Umar bin Khattab merupakan salah seorang sahabat utama Nabi Muhammad ﷺ yang memimpin umat Islam sebagai khalifah kedua pada periode 634–644 M. Di bawah kepemimpinannya, wilayah kekuasaan Islam berkembang pesat hingga mencakup sebagian besar Jazirah Arab, Syam, Mesir, Persia, dan wilayah lainnya.
Selain dikenal sebagai pemimpin yang memperluas wilayah Islam, Umar bin Khattab juga dikenang karena berbagai reformasi di bidang pemerintahan, peradilan, administrasi negara, serta pengelolaan keuangan publik yang menjadi fondasi sistem pemerintahan Islam pada masa berikutnya.
Penemuan prasasti tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penting bagi penelitian sejarah dan arkeologi Islam. Keberadaan nama Umar bin Khattab yang terukir pada batu dinilai memberikan nilai historis yang tinggi karena menjadi salah satu bukti material yang berkaitan dengan periode awal perkembangan Islam di Jazirah Arab.

Pemerintah Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir terus mengintensifkan penelitian arkeologi di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya sekaligus memperluas pemahaman dunia terhadap sejarah panjang peradaban yang berkembang di kawasan tersebut
