DEMAK – Suara warga dari ujung pesisir Kabupaten Demak kembali disampaikan kepada pemerintah. Kali ini, perhatian datang dari pemuda Kelurahan Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang meminta pemerintah mulai dari tingkat daerah hingga pusat lebih serius menangani persoalan banjir pesisir yang hingga kini terus menghantui kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Mas Aziz, perwakilan pemuda Timbulsloko, bersama Kawan Rasika, Bp. Astohar, saat berada di desa paling ujung Kabupaten Demak, Senin pagi (14/9/2026).
Bagi warga Timbulsloko, persoalan banjir pesisir bukan lagi sekadar masalah genangan yang datang sesekali. Air yang terus menggenangi kawasan permukiman telah mengubah wajah desa dan memengaruhi kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu.

Aziz berharap pemerintah tidak hanya melihat Timbulsloko sebagai wilayah yang terdampak banjir rob, tetapi juga sebagai desa yang memiliki sejarah dan kehidupan masyarakat yang sudah berlangsung sejak puluhan bahkan ratusan tahun.
Menurutnya, desa tersebut harus memiliki kesempatan untuk kembali berkembang dan berjaya seperti dahulu.

“Desa ini harus kembali jaya seperti dulu. Peninggalan nenek moyang yang sejak lama dibangun jangan sampai hilang,” ujar Aziz.
Kondisi di lapangan memperlihatkan betapa beratnya kehidupan warga yang masih bertahan di kawasan tersebut.
Bahkan, masih terdapat dusun yang posisi rumah-rumah warganya kini berada di kawasan yang nyaris seluruhnya dikelilingi air. Tidak lagi terlihat daratan sebagaimana kondisi desa pada masa lalu.

Untuk tetap bisa tinggal dan menjalani kehidupan di wilayah tersebut, sebagian warga memilih membangun rumah panggung. Bangunan rumah ditinggikan agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berlangsung meski air menggenangi kawasan permukiman.
Kondisi itu menjadi gambaran bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang terjadi di kawasan pesisir Demak.

Perahu Jadi Jalan Keluar Warga
Di tengah kondisi tersebut, perahu menjadi salah satu sarana penting bagi warga untuk beraktivitas.
Perahu digunakan sebagai akses untuk keluar maupun menuju permukiman ketika jalur darat tidak dapat digunakan seperti kondisi normal.

Dalam video yang dibagikan warga, terlihat sebuah perahu menjadi alat transportasi masyarakat untuk menghubungkan kawasan permukiman dengan daratan.
Namun, situasi tersebut diharapkan tidak berlangsung selamanya.

Saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah melakukan pembangunan jalan desa yang diharapkan dapat membuka kembali akses darat bagi masyarakat Timbulsloko.
Pembangunan akses tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah akibat banjir pesisir.
Meski demikian, bagi masyarakat Timbulsloko, pembangunan jalan saja dinilai belum cukup untuk menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi.

Penanganan banjir pesisir membutuhkan perhatian yang lebih menyeluruh, mulai dari infrastruktur, perlindungan kawasan pesisir, akses transportasi, hingga keberlanjutan permukiman warga.
Jangan Sampai Desa dan Sejarahnya Hilang

Bagi warga Timbulsloko, yang dipertaruhkan bukan hanya rumah dan jalan.
Ada sejarah kampung, tempat tinggal keluarga, serta peninggalan leluhur yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Karena itu, Aziz berharap pemerintah memiliki langkah jangka panjang untuk menyelamatkan kawasan pesisir Demak, khususnya desa-desa yang terdampak rob dan perubahan lingkungan.

Masyarakat tidak ingin harus meninggalkan kampung halaman hanya karena kondisi alam yang semakin sulit dikendalikan.
Mereka ingin tetap bisa hidup di tanah kelahirannya dengan akses yang layak, lingkungan yang aman, serta masa depan yang lebih baik.

Timbulsloko pun seakan mengirimkan pesan dari ujung pesisir Demak: desa yang selama ini bertahan di tengah kepungan air masih ingin hidup, berkembang dan kembali berjaya seperti dahulu.
Kini, harapan tersebut berada di tangan pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menyelamatkan kehidupan masyarakat pesisir Demak dalam jangka panjang.
