Semarang — Genangan air kembali terlihat di akses masuk Terminal Terboyo, yang sekaligus menjadi salah satu jalur utama menuju kawasan industri Terboyo, Semarang.
Menariknya, kumpulan tersebut muncul ketika tidak terjadi hujan maupun kondisi cuaca mendung. Kondisi ini diperkirakan berkaitan dengan siklus banjir rob yang belakangan terjadi pada pagi hari di kawasan pesisir Semarang.
Namun kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas infrastruktur pengendalian banjir dan rob yang telah dibangun di kawasan tersebut, khususnya keberadaan tanggul laut dan retensi kolam.

Infrastruktur tersebut sebelumnya diharapkan dapat membantu mengendalikan ancaman banjir dan rob di kawasan pesisir, termasuk wilayah Kaligawe, Genuk, Terboyo hingga Sayung, Demak.
Oleh karena itu, masyarakat berharap dinas dan instansi terkait tidak hanya melakukan penanganan ketika genangan terjadi, tetapi juga melakukan pengecekan dan evaluasi secara rutin dan berkala terhadap kondisi serta fungsi infrastruktur pengendalian banjir tersebut.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah tanggul laut, kolam retensi, sistem drainase, pompa, pintu air, serta infrastruktur pendukung lainnya berfungsi sesuai dengan perencanaan dan kapasitas yang telah ditetapkan.
Jika ditemukan adanya masalah teknis, seperti kapasitas tampungan yang tidak mencukupi, sistem drainase yang kurang optimal, sedimentasi, kerusakan pompa atau pintu air, maupun masalah lainnya, diharapkan segera dilakukan perbaikan.
Pertanyaan masyarakat sederhana: jika hujan tidak turun tetapi akses utama kawasan industri tetap tergenang akibat rob, seberapa efektifkah sistem pengendalian banjir dan rob yang telah dibangun?

Pemerintah dan instansi teknis diharapkan dapat memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan dan data teknis, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab sekaligus langkah-langkah penanganan yang akan dilakukan.
