PEMALANG, Kanal9.id– Pemerintah Kabupaten Pemalang menyiapkan langkah bersama untuk menuntaskan kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Plt Bupati Pemalang Nurkholes mendorong keterlibatan PGRI, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa.
Hal tersebut disampaikan Nurkholes dalam kegiatan Ngopi Bareng bersama tokoh pendidikan Kabupaten Pemalang di halaman belakang Gedung PGRI Pemalang, Sabtu (17/10/2026).
Nurkholes menegaskan, penanganan perundungan tidak cukup hanya melalui jalur hukum, tetapi juga membutuhkan pembenahan sistem pendidikan serta kerja sama seluruh pihak terkait.
“Persoalan bullying yang ada di Pemalang saat ini harus kita selesaikan dengan tuntas. Tidak bisa hanya PGRI dan para guru yang menyelesaikan, tetapi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Pemkab Pemalang berencana membentuk kelompok kerja (pokja) dan satuan tugas (satgas), serta menyiapkan infrastruktur pendukung untuk mewujudkan sekolah yang aman bagi siswa. Forum Ngopi Bareng yang direncanakan berlangsung hingga Desember mendatang juga akan dimanfaatkan untuk membahas regulasi dan merumuskan langkah penanganan perundungan.

Sementara itu, Ketua YPLP PGRI Kabupaten Pemalang, Sugiyanto, mengingatkan warga PGRI agar mematuhi ketentuan kepegawaian. Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Mualip, menambahkan bahwa PGRI memiliki peran sebagai organisasi profesi, ketenagakerjaan, dan perjuangan dalam memperjuangkan kepentingan guru.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PGRI Kabupaten Pemalang Slamet dan jajaran pengurus cabang PGRI se-Kabupaten Pemalang.***
