GROBOGAN, Kanal9.id – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, selama dua hari berturut-turut. Dampaknya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan lima rumah milik warga.
Peristiwa tersebut terjadi pada sore hari dengan intensitas hujan dan hembusan angin yang cukup kuat. Kondisi ini menyebabkan bagian bangunan tidak mampu menahan terjangan cuaca buruk.
Kapolsek Gabus AKP Witoyo mengatakan, hujan deras disertai angin kencang telah terjadi selama dua hari terakhir.
"Sudah dua hari ketika sore terjadi hujan deras dan angin kencang," kata AKP Witoyo, dikutip dari detikJateng, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, kejadian pertama berlangsung pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Salah satu bangunan yang terdampak adalah gerai KDMP di Desa Banjarejo.

Akibat terjangan angin kencang dan hujan deras, bagian plafon gerai koperasi tersebut dilaporkan ambrol. Kerusakan juga terjadi pada instalasi listrik yang berada di bagian atas bangunan serta pintu rolling door yang jebol.
"KDMP Desa Banjarejo plafon ambrol serta instalasi listrik di atasnya rusak dan pintu roling door jebol akibat hujan deras disertai angin kencang," ujar Witoyo.
Selain fasilitas koperasi, bencana cuaca ekstrem tersebut juga mengakibatkan lima rumah warga mengalami kerusakan. Empat rumah di antaranya dilaporkan roboh setelah diterjang angin kencang.
Rumah yang roboh masing-masing milik Suwarjono Hadiningrat (46), Jayem (80), Eman Sulaeman (43), dan Manis (42).
Keempat bangunan tersebut diketahui memiliki desain rumah limasan dengan konstruksi utama menggunakan kayu jati. Sementara bagian dinding terbuat dari papan dan atapnya menggunakan genteng.

Kondisi bangunan yang mengalami kerusakan menunjukkan dampak cukup serius dari terjangan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada hunian masyarakat, tetapi juga fasilitas umum dan sarana ekonomi desa, termasuk gerai Koperasi Desa Merah Putih.
Catatan redaksi: Naskah sumber menyebut lima rumah mengalami kerusakan, tetapi hanya merinci empat rumah yang roboh. Karena itu, artikel tetap membedakan jumlah rumah terdampak dan jumlah rumah yang identitas pemiliknya disebutkan agar tidak terjadi kesalahan informasi.