SEMARANG, Kanal9.id – Tumpukan sampah dan batang pohon besar yang tersangkut di aliran sungai kawasan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, membuat warga khawatir menghadapi musim hujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air dan memicu banjir seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu.
Ketua RT 1 RW 1 Kelurahan Bendan Ngisor, Adi Kurnianto, mengatakan kawasan tersebut memiliki riwayat banjir akibat luapan anak Sungai Kaligarang.
Ia masih mengingat peristiwa banjir besar sekitar tiga tahun lalu yang membuat warga tidak mampu berbuat banyak saat air menggenangi permukiman.
"Tiga tahun lalu sungai ini meluap hebat, warga hanya bisa pasrah saat itu," kata Adi, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, sampah plastik, ranting, hingga barang rumah tangga seperti tikar dan kasur masih kerap ditemukan di sungai. Saat ini, batang pohon berukuran besar juga tersangkut di salah satu jembatan.

Adi khawatir tumpukan material tersebut menyebabkan aliran air tersumbat ketika debit sungai meningkat.
Kekhawatiran warga mendapat perhatian melalui kegiatan Gerakan Indonesia ASRI yang melibatkan Pemerintah Kota Semarang, TNI, dan masyarakat. Puluhan peserta diterjunkan untuk membersihkan sungai, menanam pohon, serta menebar bibit ikan.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, mengatakan kegiatan tersebut bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kota Semarang yang menyediakan sekitar 1.000 benih ikan. Sebagian ditebar ke sungai, sementara lainnya dibagikan kepada warga untuk mendukung budidaya dan ketahanan pangan.
Ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan sungai serta merawat tanaman yang telah ditanam agar upaya pelestarian lingkungan dapat berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, menyebut kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI yang ketujuh.

Menurutnya, mitigasi menjelang musim hujan tidak cukup hanya berfokus pada banjir. Pemerintah juga perlu mengantisipasi potensi tanah longsor dan pohon tumbang akibat angin kencang.
Ia berharap pembersihan sungai dapat membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi risiko banjir. Pemkot Semarang juga didorong memperkuat mitigasi bencana di kawasan rawan.
Warga berharap kegiatan bersih sungai tidak berhenti sebagai aksi sesaat. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dinilai menjadi kunci menjaga sungai tetap bersih dan mengurangi ancaman banjir.