MAGELANG, Kanal9.id – Pengembangan sektor peternakan sapi perah di Kabupaten Magelang dinilai memiliki peluang besar untuk mendorong pertumbuhan produksi susu sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Namun, upaya tersebut dinilai perlu dibarengi pembenahan sistem pemasaran dan penguatan kelembagaan koperasi.
Salah satu persoalan yang masih dihadapi peternak adalah terbatasnya akses pemasaran hasil produksi. Akibatnya, sebagian peternak masih mengandalkan perantara untuk menyalurkan susu segar kepada pembeli.
Ketergantungan terhadap pihak ketiga tersebut turut memengaruhi harga jual yang diterima peternak. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan peternakan sapi perah di Magelang.
Karena itu, peningkatan jumlah populasi sapi dan kapasitas produksi susu dinilai tidak bisa menjadi satu-satunya prioritas. Perbaikan tata kelola koperasi peternak juga diperlukan agar distribusi hasil produksi berjalan lebih efektif dan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi peternak.
Selain itu, kemitraan dengan industri pengolahan susu perlu diperluas. Dengan adanya kerja sama yang lebih kuat, peternak diharapkan memiliki akses pasar yang lebih jelas serta kepastian penyerapan produksi susu segar.

Penguatan koperasi dan hubungan langsung dengan industri pengolahan susu juga diharapkan mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini menjadi salah satu kendala pemasaran.
Pengembangan sapi perah di Magelang pun diharapkan tidak sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan dan mampu memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
Dukungan pemerintah, penguatan kelembagaan peternak, serta keterlibatan industri pengolahan menjadi sejumlah faktor penting agar Magelang dapat berkembang sebagai salah satu sentra produksi susu baru di Jawa Tengah.
Dengan pembenahan dari sisi hulu hingga hilir, potensi peternakan sapi perah di Magelang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat pasokan susu segar di daerah.