JEPANG, Kanal9.id - Delapan dekade setelah bom atom meluluhlantakkan Hiroshima pada 6 Agustus 1945, jejak tragedi itu masih tersimpan melalui keberadaan ratusan pohon yang berhasil bertahan hidup. Pohon-pohon tersebut dikenal sebagai **hibakujumoku**, atau pohon penyintas bom atom, yang kini menjadi simbol ketangguhan, harapan, dan perdamaian.
Saat bom atom meledak sekitar 600 meter di atas Hiroshima, suhu di sekitar pusat ledakan diperkirakan mencapai 4.000 derajat Celsius. Ledakan tersebut menewaskan puluhan ribu orang dan menghancurkan sebagian besar kota. Banyak ilmuwan kala itu memperkirakan tidak akan ada kehidupan yang mampu bertahan di sekitar hiposentrum.
Namun, kenyataan berkata lain. Meski batang terbakar, ranting patah, dan sebagian hanya menyisakan tunggul hitam, sejumlah pohon mampu bertahan dan kembali bertunas. Hingga kini tercatat sedikitnya 159 hibakujumoku masih hidup di Hiroshima, terdiri atas berbagai jenis seperti ginkgo, kamper, eucalyptus, chinaberry, hingga black locust.
Arboris Hiroshima, Chikara Horiguchi, yang telah merawat pohon-pohon penyintas selama lebih dari 30 tahun, menyebut setiap pohon memiliki kisahnya masing-masing. Salah satunya adalah pohon eucalyptus yang tumbuh sekitar 750 meter dari pusat ledakan. Pohon tersebut masih hidup hingga sekarang, meski diduga kehilangan kemampuan menghasilkan bibit akibat paparan radiasi.
Di antara seluruh pohon penyintas, ginkgo menjadi yang paling dikenal. Enam pohon ginkgo yang berada dalam radius sekitar 1,6 kilometer dari titik ledakan berhasil bertahan dan kembali mengeluarkan tunas setelah batangnya hangus terbakar.

Salah satu pohon ginkgo yang terkenal berada di Kuil Anraku-ji. Bekas luka bakar masih terlihat jelas pada sisi batang yang menghadap pusat ledakan. Meski demikian, cabang-cabang baru terus tumbuh hingga menaungi area kuil. Demi menjaga kelestariannya, pengelola bahkan memodifikasi gerbang kuil agar pertumbuhan pohon tidak terhambat.
Penelitian ilmuwan Jepang menunjukkan kemampuan pohon-pohon tersebut bertahan dipengaruhi oleh posisi terhadap pusat ledakan. Bagian batang yang menghadap hiposentrum mengalami kerusakan paling parah, sedangkan akar yang berada di dalam tanah tetap hidup sehingga mampu memunculkan tunas baru.
Kemampuan regenerasi juga berbeda pada setiap spesies. Pohon berdaun lebar seperti ginkgo, kamper, eucalyptus, willow, chinaberry, dan oleander memiliki daya pulih lebih tinggi dibandingkan pohon berdaun jarum seperti pinus dan cedar yang lebih rentan mati akibat ledakan.
Bagi para hibakusha atau penyintas bom atom, hibakujumoku bukan sekadar pohon tua. Keberadaannya menjadi lambang bahwa kehidupan tetap bisa tumbuh kembali setelah kehancuran yang paling dahsyat sekalipun.
Semangat yang sama juga terlihat di Nagasaki, kota yang dibom tiga hari setelah Hiroshima. Hingga kini sekitar 50 pohon penyintas masih dirawat sebagai saksi sejarah. Salah satu yang paling terkenal adalah pohon kamper di Kuil Sanno yang kembali tumbuh setelah sempat patah dan terbakar. Pohon tersebut kini ditetapkan sebagai monumen alam Kota Nagasaki sekaligus simbol perdamaian yang terus mengingatkan dunia akan pentingnya menjaga kemanusiaan dan mencegah terulangnya tragedi serupa.
