Hanif, Administrator
Tim Redaksi

JAKARTA — Angka 10.000 langkah per hari telah lama diyakini masyarakat dunia sebagai standar emas untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan jantung. Namun, studi dan penelusuran sejarah terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa target tersebut sebenarnya lahir dari kampanye pemasaran produk.

Asal-usul angka 10.000 langkah berawal dari sebuah iklan alat penghitung langkah atau pedometer menjelang Olimpiade Tokyo pada tahun 1965.

Sebuah perusahaan Jepang meluncurkan alat bernama Manpo-kei yang secara harfiah diterjemahkan sebagai "meteran 10.000 langkah".

Pemilihan angka tersebut murni didasarkan pada pertimbangan kemudahan pemasaran dan daya tarik nama produk, bukan dari hasil penelitian medis.

Seiring berjalannya waktu, angka tersebut diadopsi secara luas oleh masyarakat global hingga menjadi acuan gaya hidup sehat modern.

Para ahli kesehatan masa kini menegaskan bahwa manfaat berjalan kaki sebenarnya sudah bisa dirasakan pada durasi yang lebih rendah.

Penelitian menunjukkan bahwa berjalan antara 7.000 hingga 8.000 langkah per hari sudah sangat cukup untuk menekan risiko penyakit kronis.

Pakar kedokteran olahraga mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu terpaku pada angka 10.000 langkah secara kaku.

Faktor konsistensi dan kualitas intensitas bergerak jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar target angka pada perangkat digital.

Masyarakat disarankan untuk menyesuaikan target langkah harian sesuai dengan kondisi fisik, usia, dan kemampuan tubuh masing-masing.
Bagikan: