JAKARTA — Praktik berjalan tanpa alas kaki di atas tanah atau rumput, yang kini populer dengan istilah grounding, sedang ramai diperbincangkan masyarakat. Banyak klaim beredar bahwa kebiasaan "nyeker" ini mampu mencegah infeksi virus dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Menanggapi rumor tersebut, pakar kesehatan dan dokter memberikan penjelasan berbasis bukti ilmiah terkait manfaat asli berjalan tanpa alas kaki.
Secara medis, berjalan nyeker di atas tanah tidak secara langsung membunuh atau mencegah virus masuk ke dalam tubuh manusia.

Pencegahan penyakit akibat virus tetap membutuhkan kekebalan tubuh yang didapat dari nutrisi seimbang, olahraga, dan vaksinasi.
Namun, aktivitas grounding memang terbukti memiliki manfaat psikologis, seperti meredakan stres dan membuat pikiran lebih rileks.

Sentuhan langsung kulit kaki dengan permukaan alam dapat melancarkan sirkulasi darah serta membantu memperbaiki kualitas tidur seseorang.
Para dokter mengingatkan bahaya berjalan tanpa alas kaki di area tanah yang kotor atau tercemar karena risiko infeksi cacing dan kuman.
Masyarakat imbau untuk memilah informasi kesehatan secara bijak dan tidak menelan mentah-mentah klaim medis di media sosial.

Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan memakai sabun tetap menjadi langkah utama pencegahan paparan penyakit virus.
Aktivitas nyeker boleh dilakukan sebagai sarana relaksasi ringan, asal tetap memperhatikan faktor kebersihan dan keamanan lingkungan sekitar.
