Didik, Administrator
Tim Redaksi

MANGGARAI TIMUR, Kanal9.id — Memasuki hari kelima setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, kebutuhan dasar di Posko Medis Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih belum terpenuhi secara optimal.

Puluhan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas bersama pasien yang menjalani perawatan di posko dilaporkan mengalami kekurangan asupan makanan bergizi. Kondisi serupa juga terjadi pada ketersediaan air bersih di sekitar lokasi posko.

Dokter Melinda Bella, salah satu tenaga medis yang menangani pasien di posko tersebut, mengatakan sejak hari pertama pascagempa, bantuan logistik makanan belum mencukupi kebutuhan petugas maupun pasien.

Menurut Melinda, kondisi tersebut membuat kebutuhan nutrisi menjadi salah satu persoalan yang perlu segera mendapat perhatian.

"Selain makanan, kebutuhan tempat tidur dan nutrisi bagi tim medis juga belum memadai. Pasien-pasien yang dirawat pun belum mendapatkan asupan makanan yang cukup," ujar Melinda, Rabu (19/8/2026).

Ad Space

Dokter Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan itu menuturkan, selama beberapa hari berada di posko, makanan yang tersedia sebagian besar hanya berupa mi instan dan telur.

Ia berharap bantuan yang datang tidak hanya berfokus pada obat-obatan dan peralatan medis, tetapi juga memenuhi kebutuhan pangan bergizi, terutama bagi kelompok rentan.

"Kami berharap bantuan logistik makanan lebih diperhatikan, terutama makanan bergizi untuk ibu hamil, anak-anak, pasien, dan tim medis," katanya.

Makanan Seadanya untuk Petugas dan Pasien

Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan para petugas di posko selama beberapa hari harus mengandalkan bahan makanan seadanya yang tersedia di sekitar lokasi.

Ad Space

Bahan makanan tersebut juga harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang masih menjalani perawatan.

Keterbatasan bahan pangan membuat pengelola posko kesulitan menyediakan menu dengan kandungan nutrisi yang sesuai kebutuhan.

"Kadang hanya makan sayur. Ada pepaya, diambil untuk sayur. Lauknya sejak awal hanya telur. Susu juga hanya sesekali," ungkap Agustinus.

Tujuh Desa Sempat Kekurangan Layanan Medis

Selain persoalan logistik, keterbatasan tenaga kesehatan juga sempat menjadi kendala dalam penanganan korban gempa. Agustinus sebelumnya menyebut terdapat tujuh desa yang belum terjangkau pelayanan medis akibat minimnya tenaga kesehatan.

Ad Space

Pada hari pertama dan kedua setelah gempa, posko juga mengalami keterbatasan tenaga medis dan obat-obatan. Namun, kondisi tersebut mulai membaik pada hari ketiga setelah bantuan dari berbagai pihak berdatangan ke posko kecamatan.

"Pada hari pertama dan kedua kami kesulitan tenaga medis dan obat-obatan. Hari ketiga sudah kembali normal karena banyak bantuan yang datang ke posko kecamatan," jelasnya.

Ironisnya, sejumlah tenaga medis yang tetap memberikan pelayanan ternyata juga menjadi korban gempa. Ada petugas yang rumahnya mengalami kerusakan atau runtuh, sementara anggota keluarganya turut menjadi korban akibat tertimpa reruntuhan.

Meski berada dalam situasi sulit, para tenaga kesehatan tersebut tetap menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak gempa.

Kondisi di Posko Medis Damer menunjukkan bahwa pada fase tanggap darurat, kebutuhan korban bencana tidak hanya berupa obat-obatan dan tenaga medis. Ketersediaan makanan bergizi, air bersih, serta kebutuhan dasar bagi pasien dan petugas juga menjadi bagian penting yang harus segera dipenuhi.

Ad Space
Bagikan: