JAKARTA — Nama Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan penipuan dengan modus menawarkan posisi sebagai tenaga ahli di lingkungan lembaga tersebut.
Dugaan itu mencuat setelah seorang pria bernama Irwan Adriansyah Wijaya mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp226,3 juta kepada pihak yang menjanjikan posisi sebagai tenaga ahli BP Taskin.
Namun, posisi yang dijanjikan disebut tak kunjung terealisasi. Persoalan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk mendapatkan penanganan dan proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini turut menjadi perhatian pegiat media sosial Herwin Sudikta. Ia mempertanyakan munculnya dugaan tawaran posisi di lingkungan BP Taskin yang saat ini dipimpin Budiman Sudjatmiko.
Herwin juga menyoroti perjalanan politik Budiman yang kini menduduki posisi strategis di pemerintahan. Menurutnya, dugaan pemberian uang hingga ratusan juta rupiah dengan iming-iming sebuah posisi menjadi persoalan serius yang perlu mendapat perhatian.

Selain itu, Herwin mempertanyakan eksistensi BP Taskin yang dinilainya belum banyak dikenal masyarakat. Ia menyebut kiprah lembaga tersebut relatif jarang terdengar di ruang publik.
Pernah Bantah Isu Reshuffle
Nama Budiman sebelumnya juga sempat menjadi sorotan terkait isu perombakan kabinet.

Pada September 2025, Budiman membantah kabar yang menyebut dirinya akan terkena reshuffle. Saat itu, ia menegaskan masih menjalankan tugas sebagai Kepala BP Taskin.
“Tidak ada, tidak ada. Saya masih mengurus BP Taskin, masih Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan,” kata Budiman kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Budiman mengaku tidak mengetahui adanya rencana pergantian posisinya. Ia juga mengatakan tidak pernah diajak membicarakan mengenai pergeseran jabatan tersebut.
“Tidak ada pembicaraan itu. Tadi bertemu dengan Bapak Presiden tidak menyinggung itu, tidak dihubungi itu,” ujarnya.
Saat itu, Budiman menjelaskan bahwa BP Taskin tengah menjalankan tugas utama menyusun rencana induk percepatan pengentasan kemiskinan.

Ia menyebut dokumen rencana induk tersebut telah disampaikan kepada Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet untuk menunggu arahan serta tindak lanjut pemerintah.
Kini, nama Budiman kembali muncul dalam pemberitaan setelah adanya laporan dugaan penipuan terkait tawaran posisi di BP Taskin.

Meski demikian, belum ada informasi yang membuktikan Budiman Sudjatmiko terlibat langsung dalam dugaan penipuan tersebut. Nama Budiman disebut dalam konteks lembaga yang dipimpinnya, sementara dugaan pemberian uang dan pihak yang menawarkan posisi masih perlu dibuktikan melalui proses hukum.
Aparat penegak hukum selanjutnya akan mendalami laporan tersebut untuk mengungkap pihak yang diduga menawarkan posisi, aliran uang, serta ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

