Joe Kris, Administrator
Tim Redaksi

kanal9,id — Warga di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih harus menghadapi gempa susulan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan tersebut pada Sabtu (15/8/2026).

Aktivitas seismik masih tercatat hingga Minggu (16/8). Kekuatan gempa susulan pun beragam, mulai dari skala minor hingga mencapai magnitudo 4,3.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada pukul 09.41 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 3,9 itu terjadi pada kedalaman 27 kilometer.

Lokasi gempa berada sekitar 80 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai, dengan koordinat 7,93 Lintang Selatan dan 120,70 Bujur Timur.

Beberapa jam sebelumnya, tepatnya pukul 06.30 WIB, gempa susulan dengan kekuatan lebih besar, yakni magnitudo 4,3, juga mengguncang wilayah Ruteng. Gempa tersebut tercatat berada pada kedalaman 10 kilometer.

Ad Space

Aktivitas gempa juga terdeteksi di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo. Pada pukul 10.39 WIB, gempa bermagnitudo 2,9 terjadi pada kedalaman hanya 3 kilometer.

Rangkaian gempa susulan ini membuat masyarakat diminta tetap waspada. Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit mengatakan getaran masih dirasakan warga, meski sebagian besar berkekuatan kecil.

"Gempa tadi pagi jam 4 masih ada. Sekitar 4 MMI. Yang kecil masih," ujar Herybertus.

Dia meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap berhati-hati dan mengandalkan informasi dari sumber resmi pemerintah. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya karena berpotensi menambah kepanikan.

"Yang paling penting waspada karena kita tahu kapan berhentinya. Percaya pada informasi resmi pemerintah. Jangan mudah sebarkan," katanya.

Ad Space

Sementara itu, dampak gempa utama yang berpusat di wilayah Nagekeo masih terus ditangani pemerintah dan tim gabungan.

Berdasarkan data BNPB yang diperbarui hingga Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, sedikitnya 47 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Lebih dari 5.000 warga lainnya terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan Kabupaten Sikka menjadi salah satu daerah dengan jumlah pengungsi terbesar, yakni mencapai 3.356 jiwa.

Sebanyak 1.356 pengungsi berada di GOR Samador, sementara sekitar 2.000 orang lainnya mengungsi secara mandiri di 10 titik.

Di Kabupaten Manggarai, jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 2.078 jiwa. Pengungsian juga terjadi di Nagekeo dengan sekitar 500 warga.

Ad Space

Dampak bencana bahkan meluas hingga wilayah di luar NTT, termasuk Bima dan Kepulauan Selayar.

Pemerintah kini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Di Manggarai, misalnya, kebutuhan mendesak mencakup tenda darurat, beras, obat-obatan, selimut, velbed, tikar, air bersih, hingga genset.

Besarnya dampak gempa tidak lepas dari intensitas aktivitas susulan yang terus terjadi. BNPB mencatat sedikitnya 341 kali gempa susulan setelah gempa utama.

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 23 orang. Berikutnya Manggarai Timur dengan 17 korban jiwa.

Sementara itu, korban meninggal lainnya tercatat di Sikka sebanyak empat orang, Manggarai Barat satu orang, Ende satu orang, dan Nagekeo satu orang.

Ad Space

Selain korban meninggal, sebanyak 101 warga dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Kerusakan bangunan juga cukup luas. Data sementara mencatat 914 rumah mengalami rusak berat, 126 rumah rusak sedang, dan 317 rumah rusak ringan.

Sejumlah fasilitas umum turut terdampak. BNPB mencatat kerusakan terjadi pada 93 fasilitas pendidikan, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintahan.


Di tengah proses evakuasi dan pemulihan, warga NTT masih harus menghadapi ketidakpastian karena aktivitas gempa susulan belum sepenuhnya berhenti. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi dari BMKG dan BNPB serta menjauhi bangunan yang dinilai membahayakan.

Ad Space


Bagikan: