YOGYAKARTA – Langit seni Yogyakarta kembali diselimuti duka. Susilo Nugroho, seniman yang begitu lekat dengan karakter Den Baguse Ngarso, mengembuskan napas terakhir pada Senin (21/9/2026) sore.
Kabar kepergian Susilo sontak meninggalkan kesedihan bagi keluarga, sahabat, para pelaku seni, hingga masyarakat yang selama ini mengenal sosoknya.
Jenazah Susilo tiba di rumah duka di kawasan Jogokariyan, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta, sekitar pukul 21.40 WIB setelah sebelumnya berada di RS Bethesda.

Malam itu, rumah duka menjadi tempat berkumpul keluarga dan kerabat untuk memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga menjelang prosesi pemakaman.
Pada Selasa (22/9/2026), keluarga akan menggelar Ibadah Penghiburan dan Pelepasan di rumah duka mulai pukul 12.00 WIB.

Setelah prosesi tersebut, jenazah Susilo akan diberangkatkan menuju TPU Krapyak, Sewon, Kabupaten Bantul, untuk dimakamkan di makam keluarga. Pemakaman dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.
Kakak Susilo, Sukanti, mengatakan lokasi tersebut merupakan makam keluarga yang selama ini telah dipersiapkan sebagai tempat peristirahatan terakhir.
"Informasi sementara akan dimakamkan di Makam Krapyak, itu tempat makam keluarga, jamnya jam 4 sore," ujar Sukanti saat ditemui di rumah duka, Senin malam.

Kepergian Susilo Nugroho bukan sekadar kabar duka bagi keluarga. Bagi Yogyakarta, kepergiannya meninggalkan ruang kosong di dunia seni yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya.
Den Baguse Ngarso telah berpulang. Panggung kehidupan telah ditutup, tetapi karakter, karya dan jejak seninya akan terus hidup dalam ingatan masyarakat Yogyakarta.
