NGAWI, Kanal9.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belum juga berhasil dipadamkan. Hingga Jumat (18/9/2026), petugas masih menghadapi sedikitnya empat titik api yang berada di kawasan pegunungan.
Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pemadaman. Petugas harus menyesuaikan metode penanganan dengan kondisi lokasi yang berada di kawasan lereng gunung.
BACA JUGA : Gunung Lawu Terbakar, 3 Jalur Pendakian Ditutup: Candi Ceto hingga Cemoro Sewu
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi Prila Yuda Putra mengatakan proses pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

“Masih ada empat titik api di sekitar gunung,” kata Yuda di Ngawi, Jumat (18/9/2026).
Kebakaran diketahui terjadi di kawasan hutan yang berada di Petak 42 RPH Campurejo, Kecamatan Kendal. Kobaran api kemudian merambat hingga ke Petak 39 yang berada di sekitar lereng utara Gunung Lawu.

Kebakaran tersebut telah berlangsung selama tiga hari. Api dilaporkan telah menghanguskan puluhan hektare kawasan hutan lindung di wilayah Gunung Lawu.
Petugas kini masih berupaya mengendalikan titik-titik api yang tersisa agar tidak kembali meluas. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan akses menuju lokasi serta karakter medan pegunungan yang menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan.
Empat titik api yang masih terpantau menjadi perhatian karena kebakaran berada di kawasan hutan lindung. Pergerakan api juga dipengaruhi kondisi vegetasi dan medan di lereng Gunung Lawu.

Tim di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran sekaligus menentukan titik yang menjadi prioritas penanganan.
Hingga Jumat, upaya pemadaman masih berlangsung dan belum seluruh titik api berhasil dikendalikan.
