JAKARTA — Robert Budi Hartono kini menjadi pengendali tunggal konglomerasi Grup Djarum setelah saudara kandungnya, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Maret 2026 dalam usia 86 tahun.
Perubahan tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
BCA merupakan salah satu aset utama Grup Djarum. Kepemilikan saham BCA berada di bawah PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), perusahaan yang sebelumnya dikendalikan bersama oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono.

“Sehubungan dengan telah meninggal dunianya Alm. Bambang Hartono, maka terdapat perubahan pemegang saham pengendali PT DIA menjadi Robert Budi Hartono,” tulis Sekretaris Perusahaan BCA Rudy Budiartjo dalam keterbukaan informasi di BEI pada 31 Juli 2026.
Dengan perubahan tersebut, Robert Budi Hartono kini menjadi satu-satunya pemegang saham pengendali PT DIA sekaligus pengendali Grup Djarum.

Sementara itu, kepergian Michael Bambang Hartono turut memicu proses pengalihan sebagian kepemilikan aset keluarga kepada para ahli warisnya.
Melansir The Star, Kamis (13/8/2026), sekitar 49 persen saham Michael di PT Dwimuria Investama Andalan telah dibagikan secara rata kepada empat ahli warisnya.
Berdasarkan nilai kepemilikan Dwimuria di BCA, saham yang terkait dengan kepemilikan Michael tersebut ditaksir mencapai sedikitnya US$11,7 miliar atau sekitar Rp209,1 triliun berdasarkan nilai pada 11 Agustus 2026.

Dengan pembagian tersebut, masing-masing anak Michael disebut menerima pengalihan saham senilai sedikitnya US$2,93 miliar atau sekitar Rp52,36 triliun, dengan asumsi pembagian dilakukan secara merata.
Warisan yang diterima para ahli waris tidak hanya berasal dari kepemilikan di BCA. Keluarga Hartono juga memiliki kepentingan di berbagai lini bisnis yang berada dalam ekosistem Grup Djarum, mulai dari industri rokok, jasa keuangan, pusat perbelanjaan, perdagangan elektronik hingga perkebunan.

Grup Djarum sendiri telah berkembang jauh melampaui bisnis tembakau yang menjadi akar usaha keluarga Hartono. Konglomerasi tersebut kini memiliki kepentingan di berbagai sektor strategis, termasuk perbankan, teknologi, dan sektor konsumen.
Pengalihan aset Michael kepada empat ahli warisnya pun menjadi salah satu proses transfer kekayaan keluarga terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, perubahan struktur kepemilikan tersebut membuat Robert Budi Hartono kini memegang kendali tunggal atas PT Dwimuria Investama Andalan dan Grup Djarum.

