PT BPR Intidana Sukses Makmur atau yang dikenal dengan nama Bank Intidana secara resmi mengumumkan perombakan jajaran direksi perseroan. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat struktur tata kelola internal, membenahi kualitas aset, serta memacu pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan di tengah dinamika industri keuangan nasional.
Dalam penataan jajaran kepemimpinan baru ini, perseroan mempercayakan posisi Direktur Utama kepada Eddy Setiawan Hertanto. Sementara itu, posisi Direktur Kredit, Collection, dan Special Asset Management dipercayakan kepada perbankan senior, Iwan Setiawan Yamin. Kolaborasi kedua pimpinan baru ini diharapkan membawa angin segar bagi transformasi bisnis Bank Intidana.
Pengangkatan jajaran direksi baru ini dilakukan selaras dengan indikator kinerja keuangan perusahaan yang menunjukkan tren pemulihan positif. Hingga periode Agustus 2026, Bank Intidana berhasil mencatatkan total kepemilikan aset mencapai sekitar Rp1,32 triliun, dengan penyaluran kredit secara keseluruhan sebesar Rp962,30 miliar dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1,01 triliun.

Fokus utama yang menjadi perhatian serius manajemen baru adalah perbaikan kualitas portofolio kredit. Bank Intidana mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Gross menjadi 19,59 persen pada Agustus 2026, membaik signifikan dibandingkan posisi Maret 2026 yang sempat berada di level 24,49 persen.
Sejalan dengan NPL Gross, rasio NPL Net perseroan juga berhasil ditekan turun menjadi 18,39 persen dari angka sebelumnya sebesar 23,34 persen. Meskipun tren rasio kredit bermasalah mulai melandai turun, manajemen menyadari bahwa angka tersebut masih membutuhkan penanganan intensif melalui strategi penagihan dan pemulihan aset yang lebih agresif namun terukur.

Dari aspek ketahanan modal dan rasio profitabilitas, Bank Intidana menunjukkan struktur permodalan yang tergolong solid. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau CAR perseroan berada di tingkat aman yakni 20,35 persen. Sementara rasio Return on Equity (ROE) tercatat sebesar 1,58 persen dan Return on Assets (ROA) berada di posisi 0,13 persen per Agustus 2026.
Tingkat efisiensi operasional perseroan juga mengalami perbaikan yang cukup memuaskan. Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Bank Intidana berhasil dipangkas menjadi 98,86 persen pada Agustus 2026, membaik secara drastis jika dibandingkan dengan posisi Maret 2026 yang sempat membengkak hingga 109,74 persen.
Direktur Utama Bank Intidana, Eddy Setiawan Hertanto, menegaskan bahwa penguatan jajaran direksi bertujuan untuk memastikan ekspansi bisnis perseroan berjalan seiring dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking). Berbekal pengalamannya di BPR Intidana dan Citibank N.A., Eddy akan berfokus meningkatkan efisiensi operasional, efektivitas strategi pemasaran, serta mutu layanan nasabah.

Di sisi lain, Iwan Setiawan Yamin yang memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di industri perbankan nasional difokuskan untuk memimpin penataan risiko kredit. Rekam jejak Iwan di bidang credit risk management dan asset recovery diproyeksikan mampu mempercepat penyelesaian kredit bermasalah serta memperketat kriteria penyaluran pinjaman baru kepada para debitur.
Melalui nahkoda kepemimpinan baru dan perbaikan indikator keuangan yang konsisten, Bank Intidana optimis mampu memperkuat kepercayaan nasabah serta para pemangku kepentingan. Perseroan berkomitmen untuk terus berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi sektor riil dan UMKM dengan tetap mengedepankan efisiensi dan manajemen risiko yang tangguh.

Penguatan manajemen dan efisiensi operasional ini diproyeksikan bakal menjadi pijakan kokoh bagi Bank Intidana dalam menghadapi persaingan perbankan yang kian kompetitif. Perseroan siap melaju sebagai lembaga keuangan yang tepercaya, tangguh, dan berdaya saing tinggi.
