JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Rapat Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) yang digelar di Istana Negara. Pertemuan tingkat tinggi tersebut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet serta para pakar sektor energi nasional.
Rapat paripurna ini diselenggarakan khusus untuk membahas arah kebijakan strategis dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah percepatan transisi dari energi fosil menuju penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT).

Presiden Prabowo menekankan pentingnya peta jalan energi yang jelas demi menghadapi tantangan gejolak harga minyak dunia.
Pemerintah bertekad memaksimalkan potensi energi domestik seperti panas bumi, tenaga surya, serta pengembangan bahan bakar hayati.

Langkah-langkah penguatan infrastruktur kelistrikan dan distribusi gas bumi ke seluruh pelosok tanah air turut menjadi agenda krusial.
Rapat tersebut juga menyoroti pentingnya kepastian investasi di sektor energi guna menarik minat investor global dan domestik.
Dewan Energi Nasional diminta untuk menyelaraskan target pemanfaatan energi bersih dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hasil keputusan dalam rapat paripurna ini akan menjadi acuan dasar bagi penentuan regulasi energi di tingkat kementerian.
Komitmen kuat pemerintah dalam mengelola sektor energi diharapkan dapat menciptakan kedaulatan energi yang berkelanjutan bagi Indonesia.
