Helmi, Administrator
Tim Redaksi

Semarang - Tragedi kecelakaan di perlintasan sebidang Jalan Kokrosono, Kota Semarang, yang terjadi pada Senin (20/7/2026), meninggalkan duka mendalam bagi satu keluarga. Jumlah korban meninggal dunia kini bertambah menjadi dua orang setelah Rujito (45) mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Kariadi Semarang.

Sebelumnya, keponakannya yang masih berusia 9 tahun, Hafizh Rehan, lebih dahulu dinyatakan meninggal dunia akibat cedera kepala yang dialaminya setelah sepeda motor yang ditumpangi tertabrak Kereta Api Petikemas.

Sementara itu, seorang korban lainnya, Ibrahim (12) yang merupakan kakak Hafizh, masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisinya dilaporkan mulai membaik setelah sempat mengalami luka serius akibat kecelakaan tersebut.

Berangkat ke Sekolah Berujung Petaka

Perjalanan yang awalnya merupakan rutinitas mengantar anak ke sekolah berubah menjadi musibah. Pagi itu, Rujito diminta keluarga untuk mengantar dua keponakannya menuju SDIT Al Kolam Simongan, tempat keduanya menempuh pendidikan.

Menurut Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Tri Priyanto, Rujito memang kerap membantu keluarga mengantar kedua anak tersebut apabila orang tuanya memiliki keperluan lain.

"Hari itu orang tuanya sedang ada kegiatan sehingga Pak Rujito yang menggantikan mengantar ke sekolah. Beliau memang sering membantu keluarga," ungkap Tri.

Namun, dalam perjalanan menuju sekolah, sepeda motor yang dikendarai Rujito mengalami kecelakaan di perlintasan kereta api Kokrosono.

Akibat benturan keras dengan kereta yang melintas, ketiga korban mengalami luka berat dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.

Meninggal Setelah Berjuang di Ruang Perawatan

Setelah mendapatkan penanganan medis intensif, Hafizh Rehan tidak dapat diselamatkan karena mengalami cedera berat pada bagian kepala.

Beberapa jam kemudian, kabar duka kembali datang. Rujito yang sejak awal berada dalam kondisi kritis akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurut Tri Priyanto, sejak dibawa ke rumah sakit korban tidak pernah kembali sadar hingga akhirnya dinyatakan meninggal oleh tim medis.

"Sejak selesai operasi kondisinya memang kritis dan belum sempat sadar," katanya.

Sang Kakak Mulai Pulih

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga, masih ada sedikit kabar baik dari kondisi Ibrahim, kakak Hafizh Rehan.

Pelajar kelas VI tersebut dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif. Ia telah sadar dan dapat berkomunikasi dengan keluarga serta tenaga medis, meski masih harus menjalani perawatan lanjutan untuk memulihkan kondisinya.

Keluarga berharap Ibrahim dapat segera pulih, meski harus menerima kenyataan kehilangan adik dan paman yang selama ini dekat dengannya.

Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara Satlantas Polrestabes Semarang, kecelakaan terjadi ketika Kereta Api Petikemas melaju dari arah Jakarta menuju Surabaya.

Pada saat bersamaan, sepeda motor yang dikendarai Rujito berada di perlintasan sebidang Kokrosono.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, menjelaskan bahwa petugas penjaga perlintasan telah memberikan peringatan agar pengendara tidak melintas karena kereta sudah mendekat.

Petugas bahkan telah berteriak dan membunyikan peluit sebagai tanda bahaya. Namun, pengendara diduga tetap mencoba menyeberang hingga akhirnya tertabrak kereta yang melaju.

Peristiwa tersebut kini masih dalam penanganan kepolisian guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Pengingat Penting Keselamatan di Perlintasan

Insiden di Kokrosono kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas, berhenti ketika palang mulai ditutup atau saat terdengar peringatan dari petugas, serta memastikan jalur rel benar-benar aman sebelum melintas.

Kedisiplinan pengguna jalan dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa yang dapat merenggut nyawa dalam hitungan detik.

Bagikan: