SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah didorong untuk memperkuat akses pasar bagi berbagai produk unggulan daerah agar mampu bersaing di tingkat internasional. Upaya tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, Jawa Tengah memiliki beragam produk unggulan yang memiliki kualitas dan karakter khas, mulai dari batik, kerajinan tangan, produk makanan olahan, hingga komoditas pertanian dan perikanan. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi pada kualitas produk, melainkan bagaimana membuka akses menuju pasar yang lebih luas.
"Produk lokal hari ini tidak hanya membutuhkan ruang untuk dipamerkan, tetapi kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan melakukan ekspansi ke pasar yang lebih besar," ujar Sarif, yang akrab disapa Kakung.
Ia menilai, pemerintah memiliki peran strategis sebagai fasilitator yang membuka jalan bagi pelaku usaha untuk menjangkau pasar global. Bentuk dukungan tersebut tidak selalu berupa bantuan dana, tetapi dapat diwujudkan melalui penguatan jejaring bisnis, promosi, pendampingan, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli maupun investor.
"Tugas pemerintah adalah membuka pintu, membangun jejaring, dan menciptakan peluang. Dalam banyak kasus, akses terhadap pasar jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan sesaat," katanya.
Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, produk-produk lokal Jawa Tengah memiliki keunggulan yang sulit ditiru negara lain karena lahir dari kekayaan budaya, tradisi, serta sumber daya alam yang khas.
Di tengah meningkatnya minat konsumen dunia terhadap produk alami, berkelanjutan, dan berciri khas lokal, peluang ekspor bagi produk-produk daerah dinilai semakin terbuka.
Namun, Kakung menegaskan bahwa peluang tersebut harus diiringi dengan strategi promosi yang konsisten agar produk Jawa Tengah semakin dikenal di pasar internasional.
"Produk lokal harus terus diperkenalkan kepada masyarakat dunia. Ketika kualitasnya baik dan dikenal secara luas, peluang untuk diterima di berbagai negara akan semakin besar," ujarnya.
Komoditas Jateng Sudah Menembus Pasar Dunia
Sebagai contoh, Sarif menyebut sejumlah komoditas unggulan dari daerah pemilihannya di Banyumas dan Cilacap yang telah berhasil memasuki pasar ekspor.
Salah satunya adalah gula kelapa kristal (gula semut) asal Banyumas yang kini memiliki permintaan tinggi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. Selain itu, terdapat biji kakao fermentasi serta ikan layur dari Cilacap yang juga mulai diminati pasar internasional.
Menurutnya, keberhasilan komoditas tersebut membuktikan bahwa produk lokal Jawa Tengah mampu bersaing di pasar global apabila didukung oleh kualitas yang baik dan akses pemasaran yang memadai.
"Permintaan ekspor terhadap produk-produk unggulan ini membuka peluang besar bagi UMKM, petani, dan nelayan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar," jelasnya.
Keberhasilan Diukur dari Peluang yang Dibuka
Sarif menambahkan, keberhasilan pemerintah dalam membangun ekonomi daerah seharusnya tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari seberapa besar peluang usaha yang berhasil dibuka bagi masyarakat.
Ia berharap Pemprov Jawa Tengah terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha, pelaku ekspor, asosiasi perdagangan, hingga pemerintah pusat agar semakin banyak produk lokal mampu menembus pasar internasional.
"Produk lokal kita sebenarnya sudah semakin berkualitas. Tantangan terbesar sekarang adalah bagaimana mempertemukan karya-karya terbaik tersebut dengan pasar, jejaring bisnis, dan peluang di tingkat global," pungkasnya.
