PURWOKERTO, Kanal9.id - Insiden ambruknya tribun penonton terjadi saat gelaran Speed Fest Round 2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 58 penonton mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Berdasarkan data yang dihimpun, para korban tersebar di beberapa fasilitas kesehatan. Sebanyak 24 orang dirawat di RSOP Purwokerto, 15 orang di RS DKT Wijaya Kusuma, 10 orang di RS Elisabeth, delapan orang di RS Geriatri, serta satu korban di RSUD Banyumas. Beberapa korban dilaporkan mengalami patah tulang akibat runtuhnya tribun.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama jajaran pemerintah daerah langsung mengunjungi sejumlah rumah sakit pada Minggu sore untuk memastikan kondisi para korban. Rumah sakit yang didatangi di antaranya RS DKT Wijaya Kusuma dan RS Elisabeth.
Dalam kunjungannya, Sadewo menyapa para korban yang tengah menjalani perawatan sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga. Ia juga memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara maksimal.
"Kami hadir untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak," ujar Sadewo.

Pemerintah Kabupaten Banyumas, lanjutnya, menjadikan keselamatan serta proses pemulihan korban sebagai prioritas utama. Pemkab juga terus berkoordinasi dengan rumah sakit, penyelenggara kegiatan, dan instansi terkait agar seluruh biaya serta proses penanganan korban dapat dituntaskan dengan baik.
"Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara dan pihak terkait agar penanganan korban dapat berjalan lancar. Yang terpenting saat ini adalah memastikan semua korban mendapatkan pelayanan terbaik," katanya.
Respons cepat pemerintah daerah mendapat apresiasi dari keluarga korban yang merasa terbantu dengan perhatian dan pendampingan selama proses perawatan.
Sementara itu, penyebab ambruknya tribun masih dalam proses penyelidikan. Pemerintah bersama pihak penyelenggara diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan agar insiden serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan ajang olahraga maupun otomotif di masa mendatang.

