BOYOLALI - Sebuah gudang penampungan limbah rongsok milik Yayasan Arsada Media Umat di Dukuh Tempursari RT 04 RW 03, Desa Tempursari, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, dilalap si jago merah pada Rabu (29/7/2026). Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp50 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang melintas di sekitar lokasi. Saat itu, sekitar pukul 12.30 WIB, saksi melihat kobaran api sudah membesar di bagian luar gudang penampungan limbah rongsok berukuran sekitar 8 x 10 meter. Menyadari bahaya yang mengancam, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar agar api tidak semakin meluas.
Mendengar teriakan tersebut, warga segera berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Di saat yang bersamaan, warga juga melaporkan kejadian itu kepada Polsek Sambi dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali.

Kapolsek Sambi, AKP Maryanto, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan api berasal dari sisa pembakaran sampah yang dilakukan pada Sabtu (25/7/2026). Bara api yang diduga belum padam sepenuhnya kembali menyala setelah tertiup angin kencang, kemudian merambat ke tumpukan limbah rongsok yang mudah terbakar hingga memicu kebakaran.
"Meskipun pembakaran sampah dilakukan beberapa hari sebelumnya, diduga masih terdapat bara api yang tersisa. Saat kondisi angin cukup kencang, bara tersebut kembali menyala dan membakar material rongsok di dalam gudang," ujar AKP Maryanto.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Sambi langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Boyolali dan pihak PLN untuk mengamankan lokasi serta mengantisipasi bahaya dari jaringan listrik di sekitar tempat kejadian.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi bersama warga kemudian melakukan proses pemadaman. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 13.40 WIB. Berkat kesigapan petugas dan warga, api tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, sebagian besar isi gudang berupa limbah rongsok hangus terbakar. Akibat kejadian itu, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.

Usai proses pemadaman selesai, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran. Polisi juga mendata kerusakan serta mengamankan sisa-sisa barang yang masih dapat diselamatkan.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah. Warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, terutama saat cuaca panas dan angin bertiup kencang, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari.
