Joe Kris, Administrator
Tim Redaksi

kanal9.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menangani robohnya dua bangunan sekolah dasar di Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan proses revitalisasi segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu.

Saat meninjau SD Negeri 03 Sendangmulyo, Kota Semarang, Luthfi mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah penanganan untuk dua sekolah yang mengalami kerusakan, yakni SD Tanggirejo di Kabupaten Grobogan dan SD Negeri 03 Sendangmulyo.

Sebagai penanganan awal, masing-masing sekolah menerima bantuan sebesar Rp50 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan mendesak sambil menunggu proses revitalisasi secara menyeluruh.

Luthfi menjelaskan, mekanisme perbaikan kedua sekolah berbeda karena penyebab kerusakannya tidak sama. Bangunan SD Tanggirejo akan dibangun kembali melalui program revitalisasi yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah pusat.

Sementara itu, kerusakan di SD Negeri 03 Sendangmulyo disebabkan pohon tumbang yang menimpa salah satu ruang kelas. Menurut Luthfi, bangunan sekolah tersebut sebenarnya masih dalam kondisi baik sehingga penanganannya cukup difokuskan pada ruang kelas yang terdampak dengan dukungan dari Dinas Pendidikan.

Ad Space


"Untuk SD Tanggirejo Grobogan, pembangunan kembali dilakukan melalui program revitalisasi yang sudah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Sedangkan di SDN 03 Sendangmulyo, ruang kelas yang rusak akan kami bangun kembali karena ini merupakan kondisi force majeure. Bangunan sekolahnya sebenarnya masih bagus, tetapi tertimpa pohon," kata Luthfi.


Selain memastikan percepatan perbaikan, Luthfi meminta seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah segera memetakan kondisi bangunan SD dan SMP di wilayah masing-masing. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah insiden serupa terjadi di sekolah lain.


Ad Space

Ia menegaskan seluruh bangunan sekolah harus diklasifikasikan berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, rusak berat, hingga bangunan yang masih layak digunakan. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan prioritas revitalisasi.


Menurut Luthfi, pemerintah provinsi telah memiliki data kondisi bangunan SMA dan SMK yang menjadi kewenangannya. Namun, pendataan sekolah jenjang SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten dan kota perlu dipercepat agar potensi risiko dapat segera ditangani.


Luthfi juga meminta pemerintah daerah tidak ragu melaporkan apabila menghadapi keterbatasan anggaran dalam memperbaiki sekolah yang rusak. Pemprov Jawa Tengah, kata dia, siap memberikan dukungan agar proses revitalisasi dapat segera dilaksanakan.

Ad Space


"SD dan SMP harus dipetakan semuanya karena jumlahnya sangat banyak. Kalau pemerintah kabupaten atau kota tidak mampu melakukan revitalisasi, segera laporkan kepada kami supaya bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya.


Versi ini mengikuti karakteristik penulisan **CNN Indonesia**: lead langsung pada inti peristiwa, alur kronologis yang rapi, kutipan ditempatkan sebagai penguat informasi, serta bahasa yang lugas dan mudah dipahami.


Ad Space
Bagikan: