SEMARANG, Kanal9.id – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, kemajuan daerah sangat bergantung pada kekuatan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Sarif, kolaborasi yang terbangun dengan baik akan membuat arah pembangunan lebih efektif sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
“Kolaborasi dan sinergi yang solid menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan daerah yang efektif, terarah, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Politikus yang akrab disapa Kakung itu menjelaskan, lemahnya koordinasi antar-pihak berpotensi menimbulkan tumpang tindih kebijakan, keterbatasan pemanfaatan sumber daya, hingga persoalan komunikasi dalam pelaksanaan program pembangunan.
Karena itu, kolaborasi tidak cukup dimaknai sebagai kerja bersama. Lebih dari itu, sinergi harus mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap berbagai target pembangunan di Jawa Tengah.
Hari Jadi Provinsi Jawa Tengah diperingati setiap 19 Agustus. Pada peringatan ke-81 tahun ini, semangat kolaborasi diangkat melalui tema “Gumregut Nyawiji”.
Filosofi tersebut menggambarkan semangat masyarakat untuk bersatu, bergotong royong, dan bergerak bersama dalam membangun Jawa Tengah.
“Semangatnya tentu bagaimana kita bersama-sama membangun Jawa Tengah. Kolaborasi dengan semua pihak harus menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan Jateng yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Kakung.

Di sisi lain, ia meminta pemerintah daerah terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. Inovasi serta peningkatan kualitas pelayanan publik juga dinilai penting agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, momentum Hari Jadi Jawa Tengah semestinya dimanfaatkan untuk melihat kembali perjalanan pembangunan yang telah dilakukan sekaligus mengevaluasi berbagai capaian dan kekurangan yang masih ada.
Evaluasi tersebut diperlukan agar pembangunan ke depan semakin merata, terutama dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah serta meningkatkan daya saing daerah.
“Ini menjadi sarana untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan daya saing daerah. Pada akhirnya, kemajuan Jawa Tengah juga akan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa secara keseluruhan,” jelas legislator dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap tersebut.
Kakung juga menyoroti kondisi penerapan kebijakan efisiensi anggaran. Menurut dia, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu mengoptimalkan seluruh sumber daya dan potensi yang dimiliki dengan perencanaan yang tepat serta pengelolaan yang transparan dan akuntabel.
“Penguatan kapasitas daerah harus menjadi prioritas, baik dalam mengelola sumber daya maupun mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Dengan begitu, program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap dapat berjalan maksimal,” tandasnya.
