Helmi, Administrator
Tim Redaksi

SEMARANG – Truk kontainer bernomor polisi L 8676 UN yang sempat kabur setelah menyenggol hingga merusak gapura di Jalan Puri Anjasmoro, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, akhirnya berhasil diamankan polisi.


Truk tersebut ditemukan ketika sedang melakukan aktivitas bongkar muatan di Kawasan Industri Candi (KIC), Ngaliyan, Kota Semarang.

Baca Juga : Gapura PRPP Puri Anjasmoro Rusak Ditabrak Truk Kontainer, Material Bangunan Jatuh ke Jalan

Setelah berhasil diamankan, polisi meminta keterangan dari sopir truk untuk mengetahui penyebab serta kronologi kejadian. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap bagaimana truk kontainer tersebut bisa sampai menyenggol dan merusak gapura di kawasan Puri Anjasmoro.

Ad Space


Berdasarkan pemeriksaan awal, sopir mengaku baru pertama kali mengemudikan kendaraan di wilayah Kota Semarang. Karena belum mengetahui kondisi dan karakteristik jalan yang dilalui, sopir mengaku mengandalkan aplikasi navigasi Google Maps sebagai petunjuk arah.


Sebelum akhirnya ditemukan polisi, truk tersebut sempat terekam dalam sebuah video ketika mengalami kesulitan saat hendak melewati gapura di Jalan Puri Anjasmoro.


Ad Space

Dalam rekaman tersebut, kendaraan berukuran besar itu terlihat kesulitan melintas. Sopir kemudian memilih untuk bergerak mundur dan mencari jalur lain.


Truk selanjutnya bergerak menuju arah Tugu Muda sebelum kemudian berbelok ke kawasan Kalibanteng. Kendaraan tersebut terus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya ditemukan berada di kawasan industri di Ngaliyan.


Polisi kemudian mengamankan truk tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Keterangan sopir juga masih didalami guna memastikan rangkaian kejadian sejak kendaraan memasuki kawasan Puri Anjasmoro hingga meninggalkan lokasi.

Ad Space


Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena kendaraan berat memiliki dimensi dan karakteristik yang berbeda dibandingkan kendaraan biasa. Pengemudi kendaraan besar tidak cukup hanya mengandalkan aplikasi navigasi untuk menentukan jalur perjalanan.


Pengemudi juga perlu memastikan akses jalan yang dilalui sesuai dengan ukuran kendaraan, termasuk memperhatikan batas ketinggian, lebar jalan, rambu lalu lintas, serta kondisi dan karakteristik kawasan.


Ad Space

Penggunaan aplikasi navigasi yang tidak disertai pertimbangan kondisi lapangan berisiko membuat kendaraan besar masuk ke jalan atau akses yang tidak sesuai.


Selain berpotensi mengganggu arus lalu lintas, kondisi tersebut juga dapat membahayakan pengguna jalan dan menyebabkan kerusakan terhadap fasilitas umum seperti gapura.


Polisi masih melakukan pendalaman terkait kejadian tersebut, termasuk meminta keterangan sopir dan memeriksa kondisi kendaraan serta kerusakan pada gapura.

Ad Space


Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengemudi kendaraan besar agar tidak sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi. Keselamatan perjalanan tetap harus menjadi prioritas dengan memastikan jalur yang dipilih benar-benar dapat dilalui kendaraan sesuai dimensi dan karakteristiknya.

Bagikan: