kanal9.id - Demak - Tawuran antarpelajar yang berawal dari tantangan di media sosial berujung maut di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Seorang pelajar berusia 15 tahun tewas setelah terkena tusukan celurit dalam bentrokan di Jalan Pulosari-Grogol, Desa Pulosari, Kecamatan Karangtengah.
Korban diketahui berinisial MSA, pelajar MA An Nur Bakalrejo, Kecamatan Guntur, Demak. Remaja yang tinggal di Desa Donorejo, Kecamatan Karangtengah, itu meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian dada.
Ps Kasi Humas Polres Demak Iptu Rudi Tri Sayogo mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026) sore. Tawuran diduga bermula dari saling tantang antarkelompok pelajar melalui media sosial Instagram.
Menurut Rudi, salah satu saksi yang menggunakan akun Instagram "Geng Bese Otomotif" menerima tantangan dari akun "pelajar.sinting". Tantangan tersebut kemudian disebarkan ke grup pertemanan sekolah.
Ajakan itu bahkan disertai pertanyaan kepada anggota grup mengenai siapa yang bersedia ikut dalam aksi tawuran.

Sekitar lima orang dari kelompok Geng Bese Otomotif kemudian berangkat menuju lokasi yang telah disepakati. Setibanya di tempat kejadian, bentrokan pun pecah.
Kedua kelompok diketahui membawa senjata tajam. Korban terlibat duel dengan salah satu anggota kelompok lawan menggunakan celurit.
Dalam bentrokan tersebut, korban terkena sabetan sekaligus tusukan celurit di bagian dada sebelah kiri. Luka itu membuat korban mengalami pendarahan hebat.
Korban sempat berusaha melakukan perlawanan. Namun, celurit yang digunakannya patah dan terlempar ke parit.
Melihat kondisi korban yang terluka parah, dua rekannya kemudian membawanya ke Charlie Hospital Karangtengah. Kepada pihak rumah sakit, mereka sempat menyebut korban mengalami kecelakaan.

Namun, dokter yang menangani korban justru menemukan kejanggalan. Luka yang dialami MSA dinilai tidak sesuai dengan pola luka akibat kecelakaan lalu lintas.
Pihak rumah sakit kemudian melaporkan kecurigaan tersebut kepada polisi. Petugas Polsek Karangtengah datang untuk melakukan pemeriksaan dan mendalami kondisi korban.
Sayangnya, nyawa MSA tidak tertolong. Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Jenazah korban juga dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak untuk menjalani autopsi.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tawuran maut tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan serta menelusuri bagaimana ajakan tawuran di media sosial berujung pada pertemuan dan penggunaan senjata tajam.

