SEMARANG – Layanan transportasi publik Trans Semarang mulai memasuki tahap baru dengan melakukan uji coba pra-layanan bus listrik di Koridor 1 rute Terminal Mangkang–Penggaron.
Uji coba berlangsung mulai 13 hingga 25 September 2026. Selama periode tersebut, masyarakat dapat menjajal bus listrik secara gratis sebagai bagian dari pengenalan armada sekaligus evaluasi sebelum kendaraan dioperasikan secara reguler.
Meski tidak dipungut tarif, penumpang tetap diminta melakukan tap pada mesin Tap On Bus (TOB) yang tersedia di dalam bus. Transaksi pada mesin tersebut tercatat dengan nilai Rp0.

Pra-layanan ini menjadi bagian dari persiapan pengoperasian armada bus listrik baru di Koridor 1. Sebelum diterjunkan melayani masyarakat, armada telah melalui proses pengecekan kelaikan untuk memastikan kendaraan memenuhi standar keselamatan dan operasional.
Tak hanya kendaraan, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Puluhan pramudi telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi untuk memahami karakteristik bus listrik, termasuk cara pengoperasian kendaraan serta penyesuaian terhadap sistem pelayanan yang diterapkan.

Selama masa uji coba, Trans Semarang tidak hanya mengamati performa bus saat melintasi rute Mangkang–Penggaron, tetapi juga menguji berbagai aspek pelayanan kepada penumpang.
Salah satu yang diperkenalkan adalah penggunaan sistem Tap On Bus (TOB). Penumpang dibiasakan melakukan tap saat menggunakan layanan sehingga sistem pembayaran dapat diuji sebelum diterapkan dalam operasional reguler.
Hasil dari pra-layanan tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi Trans Semarang untuk melihat kesiapan armada, pramudi, sistem pembayaran, hingga respons masyarakat.

Jika seluruh tahapan evaluasi berjalan sesuai rencana, bus listrik tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi publik yang lebih modern dan mendukung layanan Trans Semarang yang semakin ramah lingkungan.
