BREBES, Kanal9.id– Memilih jalur pendidikan nonformal melalui Paket C tidak menghalangi Fadhil Aziz Turmudi, remaja 16 tahun asal Kabupaten Brebes, untuk meraih prestasi di tingkat nasional.
Fadhil memilih melanjutkan pendidikan di PKBM Trimulya Pratama setelah sebelumnya bersekolah di SMA Negeri 1 Salatiga. Menurutnya, keputusan tersebut diambil untuk mendapatkan waktu yang lebih fleksibel dalam mengejar berbagai target akademik dan pengembangan diri.
Saat bersekolah di SMA Negeri 1 Salatiga pada 2025–2026, Fadhil mencatat nilai akhir 88,75 dan meraih peringkat pertama di kelas peminatan. Ia juga memperoleh nilai 100 pada sejumlah mata pelajaran serta lolos seleksi awal OSN bidang Geografi.
Melalui jalur Paket C, Fadhil kemudian berhasil lolos Parlemen Remaja 2026 yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal DPR RI. Seleksi tersebut diikuti lebih dari 10.000 pelajar. Fadhil menjadi satu-satunya perwakilan dari Kabupaten Brebes yang lolos sekaligus berasal dari jalur pendidikan nonformal.
“Saya berasal dari pendidikan nonformal, dan saya ingin menunjukkan bahwa siswa dari jalur ini juga dapat memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi tingkat nasional. Latar belakang sekolah tidak boleh menjadi batasan,” kata Fadhil.

Selain Parlemen Remaja, Fadhil memiliki sedikitnya 20 sertifikat prestasi. Di antaranya Runner-up Duta Muda BPJS Kesehatan 2025 tingkat Jawa Tengah dan DIY, Juara 1 Duta Muda BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tegal 2026, Juara 1 Duta Literasi Putra Brebes, serta medali perak pencak silat tingkat internasional.
Di bidang digital, Fadhil aktif sebagai Social Media Intern di PKBM Trimulya Pratama. Ia juga mengembangkan kemampuan public speaking, desain visual, dan digital marketing. Akun TikTok miliknya telah memiliki lebih dari 70 ribu pengikut, sementara Instagram sekitar 20 ribu pengikut.
Kini, Fadhil menargetkan melanjutkan pendidikan ke Monash University, Australia, dengan bidang Marketing dan Business Analytics. Ia tengah mempersiapkan IELTS dan SAT sembari mengembangkan pengalaman akademik, organisasi, dan profesional.
Bagi Fadhil, Paket C bukanlah jalan mundur, melainkan pilihan untuk mendapatkan ruang belajar yang lebih fleksibel dalam mengejar cita-citanya.(Whd)
