SEMARANG — Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (28/9) malam. Kobaran api sempat membesar hingga petugas mengerahkan tujuh armada pemadam kebakaran untuk menjinakkannya.
Kebakaran terjadi di Zona 3 TPA Jatibarang. Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang sekitar pukul 22.20 WIB.
Kepala Bidang Operasional Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan api cukup besar ketika petugas pertama kali tiba di lokasi.
"Awalnya kita masuk ke sini itu apinya besar sekali. Alhamdulillah teman-teman dengan sigap melakukan pemadaman ini dengan cepat," kata Tantri di lokasi, Selasa (29/9).
Petugas awalnya mengirim dua unit armada untuk menangani kebakaran. Namun, melihat kobaran api yang cukup besar, dua armada tambahan kemudian dikerahkan.

Jumlah armada terus ditambah hingga mencapai tujuh unit. Petugas juga mendapat dukungan truk tangki serta alat berat untuk mempercepat proses pemadaman.
Pantauan di lokasi pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.30-03.30 WIB, api mulai berhasil dikendalikan. Sejumlah titik masih terlihat menyala, tetapi kobarannya jauh lebih kecil dibandingkan saat awal kebakaran.
"Perbedaannya sudah sangat-sangat cukup besar. Tadi awalnya kita masuk ke sini itu apinya besar sekali," ujar Tantri.
Damkar memperkirakan luas area yang terbakar mencapai sekitar 1.000 meter persegi. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut.
"Untuk penyebabnya sampai dengan sekarang belum diketahui. Belum ada informasi yang pasti terkait penyebab kebakaran," katanya.

Meski kobaran api mulai mengecil, petugas belum meninggalkan lokasi. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu munculnya api.
Tantri mengatakan kemungkinan kebakaran kembali membesar relatif kecil. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan hingga kondisi di kawasan TPA benar-benar aman.
"Sementara ini kemungkinan tidak membesar lagi, insyaallah. Tapi tetap kita selesaikan sampai benar-benar padam, sampai kita lakukan pendinginan," ujarnya.
