Didik, Administrator
Tim Redaksi

SEMARANG, Kanal9.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai memperkuat berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir pada awal 2027. Sebanyak 119 unit pompa disiapkan untuk mengurangi risiko genangan ketika curah hujan meningkat pada puncak musim penghujan yang diperkirakan terjadi Januari hingga Februari mendatang.

Seluruh pompa tersebut memiliki kapasitas penyedotan gabungan mencapai 92.190 liter per detik. Kesiapan ini menjadi bagian dari strategi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam memperkuat sistem pengendalian banjir dan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan dari total 119 pompa yang tersedia, sebanyak 101 unit di antaranya merupakan pompa portabel.

Ratusan pompa tersebut ditempatkan di sejumlah wilayah, mulai dari Semarang bagian timur, tengah, hingga barat. Penempatan dilakukan untuk mendukung penanganan genangan di kawasan yang membutuhkan pengendalian air.

Menurut Suwarto, seluruh peralatan telah dipersiapkan agar bisa dioperasikan selama 24 jam apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan cepat.

Ad Space

"Kami memastikan kesiapan sistem pompa saat ini dalam kondisi fit dan sehat untuk menghadapi musim penghujan," ujar Suwarto.

Dump Truck dan 57 Alat Berat Ikut Disiagakan

Selain memperkuat armada pompa, Pemkot Semarang juga menyiapkan berbagai peralatan pendukung untuk mempercepat penanganan banjir.

Tercatat sebanyak 66 unit dump truck dan 57 unit alat berat telah disiapkan untuk mendukung pekerjaan di sungai, saluran drainase, maupun infrastruktur pengendali banjir.

Keberadaan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengerukan sedimen, pengangkutan material, serta penanganan saluran air yang mengalami hambatan.

Ad Space

Langkah ini menjadi penting mengingat sejumlah kawasan di Semarang masih menghadapi persoalan genangan ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.

Puluhan Sungai dan Saluran Besar Dinormalisasi

Pemkot Semarang juga melakukan pembenahan infrastruktur drainase melalui kegiatan pengerukan dan normalisasi sungai.Program tersebut telah berjalan sejak Maret 2026 dengan menyasar sekitar 38 hingga 41 titik sungai dan saluran besar. Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian antara lain Kaligawe, Tlogosari, Jalan Gajah, serta wilayah tengah dan selatan Kota Semarang.

Pengerukan dilakukan untuk mengurangi penumpukan sedimen yang berpotensi mempersempit saluran dan menghambat aliran air saat hujan deras.

Suwarto mengatakan, pekerjaan normalisasi terus dipercepat agar sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal sebelum memasuki puncak musim penghujan.

Ad Space

"Pengerukan dan normalisasi di puluhan sungai serta saluran besar juga terus kami kebut untuk memperlancar aliran air," katanya.

Agustina Minta Seluruh Perangkat Daerah Siaga

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

Ia menekankan bahwa penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan infrastruktur. Koordinasi antarlembaga, kecepatan respons petugas, serta kesiapan peralatan darurat juga harus menjadi perhatian.

Agustina meminta seluruh sarana pengendali banjir dipastikan berfungsi optimal sehingga dapat segera digunakan ketika terjadi kondisi darurat.

Ad Space

Pemkot Semarang juga memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tim Reaksi Cepat (TRC), dan berbagai unsur terkait lainnya.

Sistem Peringatan Dini hingga Call Center 112 Diperkuat

Untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana, Pemkot Semarang turut memperkuat sistem peringatan dini serta pemantauan tinggi muka air.

Pemetaan kawasan rawan bencana juga terus dilakukan sebagai dasar menentukan langkah penanganan dan prioritas pengerahan petugas.

Di sisi lain, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berpotensi terjadi dalam waktu lama.

Ad Space

Warga yang membutuhkan informasi kedaruratan, ingin melaporkan kejadian bencana, maupun memerlukan bantuan evakuasi dapat menghubungi layanan Call Center 112.

Melalui kombinasi kesiapan pompa, normalisasi sungai, dukungan alat berat, dan koordinasi lintas sektor, Pemkot Semarang berharap risiko banjir pada puncak musim hujan awal 2027 dapat ditekan serta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat bisa diminimalkan.

Bagikan: