Ahmad Wahid, Administrator
Tim Redaksi


PEMALANG, kanal9.id – Pemerintah Kabupaten Pemalang memperkuat komitmen pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan melalui deklarasi dan penandatanganan pakta integritas yang melibatkan SMA, SMK, madrasah hingga perguruan tinggi. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Sasana Bakti Praja, Rabu (4/11/2026).

Plt Bupati Pemalang Nurkholes mengatakan, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah provinsi, Kementerian Agama, serta seluruh satuan pendidikan.

Ia berharap komitmen tersebut tidak hanya menjadi seremonial, tetapi diwujudkan melalui langkah nyata agar tidak terjadi lagi kasus perundungan di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi.

Sementara itu, Sekda Pemalang Bagus Sutopo menegaskan, deklarasi tersebut harus ditindaklanjuti dengan program konkret dan evaluasi berkala. Menurutnya, seluruh pimpinan satuan pendidikan memiliki tanggung jawab mencegah kekerasan dan diskriminasi serta membangun lingkungan belajar yang inklusif.

Ad Space

Bagus juga menyebut Pemalang telah memiliki Kelompok Kerja (Pokja) Sekolah Aman dan Nyaman yang melibatkan Dinas Pendidikan serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam kesempatan tersebut, Kabag Ren Polres Pemalang Kompol Imam Khanafi menekankan bahwa keamanan lingkungan pendidikan tidak hanya menyangkut keselamatan fisik, tetapi juga perlindungan psikologis peserta didik. Budaya saling menghormati, kepedulian, kedisiplinan, dan empati perlu ditanamkan sejak dini.

Deklarasi dan penandatanganan pakta integritas ini diikuti 14 kepala SMA negeri, 12 SMA swasta, 4 SMK negeri, 49 SMK swasta, 1 MAN, 18 MA swasta, serta perwakilan tiga perguruan tinggi di Kabupaten Pemalang.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh pihak diharapkan bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.(Whd)

Bagikan: