Kanal9.id – Rasa sakit pada kaki yang muncul ketika berjalan dan menghilang setelah beristirahat kerap dianggap sebagai keluhan akibat kelelahan. Padahal, pola nyeri tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan aliran darah pada pembuluh arteri. Kondisi ini dikenal dengan istilah klaudikasio intermiten atau intermittent claudication.
Klaudikasio intermiten terjadi ketika aliran darah menuju otot kaki mengalami hambatan, sehingga kebutuhan oksigen jaringan tidak dapat terpenuhi secara optimal, terutama saat seseorang melakukan aktivitas fisik.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Suko Adiarto, menjelaskan bahwa salah satu karakteristik utama klaudikasio adalah nyeri yang muncul ketika berjalan, tetapi berangsur menghilang setelah seseorang menghentikan aktivitas dan beristirahat.
"Kalau jalan dia sakit, kalau istirahat dia hilang," jelasnya dalam Konferensi Ilmiah CARES Heartology di Kuningan, Jakarta Selatan.
Pola nyeri tersebut penting dikenali karena sakit kaki saat beraktivitas tidak selalu berkaitan dengan gangguan otot maupun persendian. Dalam sejumlah kasus, keluhan justru dapat menunjukkan adanya masalah pada sistem peredaran darah.

Penyempitan Pembuluh Darah Hambat Pasokan Oksigen ke Kaki
Saat berjalan, otot kaki membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menunjang aktivitas. Kebutuhan ini dipenuhi melalui aliran darah yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.
Namun, kondisi berbeda terjadi apabila pembuluh darah arteri mengalami penyempitan atau penyumbatan. Hambatan tersebut membuat aliran darah tidak dapat meningkat sesuai kebutuhan otot ketika seseorang melakukan aktivitas.
Dr. Suko menjelaskan, mekanisme klaudikasio memiliki kemiripan dengan angina, yaitu nyeri dada yang muncul akibat terganggunya aliran darah menuju otot jantung.
"Kalau dia jalan, kebutuhan oksigennya akan meningkat. Sementara suplai tidak bisa meningkat karena stenosis atau oklusi," ujarnya.

Stenosis merupakan kondisi penyempitan pembuluh darah, sedangkan oklusi berarti penyumbatan. Kedua kondisi tersebut dapat membatasi jumlah darah yang mengalir menuju jaringan tubuh.
Akibatnya, ketika seseorang berjalan dan otot kaki membutuhkan tambahan oksigen, pasokan yang tersedia tidak mencukupi. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan suplai oksigen inilah yang kemudian memicu timbulnya rasa nyeri.
Ketika aktivitas dihentikan, kebutuhan oksigen otot kembali menurun. Kondisi tersebut membuat keluhan nyeri berangsur mereda setelah seseorang beristirahat.
Kenali Pola Nyeri yang Berulang
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari klaudikasio adalah pola kemunculan rasa sakitnya. Nyeri biasanya timbul ketika seseorang berjalan atau melakukan aktivitas yang melibatkan otot kaki, kemudian berkurang setelah beristirahat.

Apabila keluhan tersebut terjadi berulang, kondisi ini dapat menjadi petunjuk bagi dokter untuk mencurigai adanya gangguan pada pembuluh darah arteri.
"Kalau ada di layar klaudikasio sebelumnya, sugestif dia arteri," kata dr. Suko.
Meski demikian, pola nyeri tersebut belum cukup untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menilai kondisi pembuluh darah pasien.
Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah *ankle-brachial index* (ABI). Pemeriksaan ini dilakukan dengan membandingkan tekanan darah di pergelangan kaki dengan tekanan darah di lengan.
Hasil pengukuran ABI kurang dari 0,9 dapat mengindikasikan adanya gangguan aliran darah arteri pada tungkai.

Gangguan Aliran Darah Bisa Berkembang Menjadi Luka
Gangguan pembuluh darah arteri tidak boleh diabaikan karena tingkat keparahannya dapat berkembang. Ketika aliran darah semakin terganggu, jaringan kaki berisiko tidak memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup.
Dalam kondisi yang lebih berat, gangguan tersebut dapat menyebabkan munculnya ulkus arteri atau luka akibat kurangnya aliran darah ke jaringan.
"Spektrum paling buruk dari klaudikasio adalah ulkus arteri," jelas dr. Suko.
Ulkus arteri menunjukkan bahwa gangguan sirkulasi darah telah menimbulkan dampak pada jaringan tubuh, bukan sekadar rasa nyeri ketika berjalan.

Oleh karena itu, nyeri kaki yang muncul secara berulang saat beraktivitas sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai pegal biasa. Memperhatikan kapan nyeri muncul, bagaimana keluhannya mereda, serta apakah kondisi tersebut terus berulang dapat membantu mengenali kemungkinan gangguan pembuluh darah.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai. Dengan mengenali gejala sejak dini, gangguan aliran darah pada kaki dapat dievaluasi sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.