SEMARANG - Batik selama ini identik sebagai warisan budaya Indonesia yang berkembang pesat pada masa kerajaan-kerajaan di Jawa hingga era modern. Namun, jejak motif batik ternyata diduga telah muncul jauh lebih awal dan terekam pada sejumlah relief maupun arca peninggalan kerajaan kuno.
Salah satu temuan yang sering menjadi perhatian adalah motif geometris menyerupai Kawung yang terlihat menghiasi kain pada beberapa arca dari masa Jawa Kuno. Pola berbentuk lingkaran simetris yang saling berpotongan tersebut memiliki kemiripan dengan motif Kawung yang hingga kini masih dikenal sebagai salah satu motif batik klasik tertua di Indonesia.
Para arkeolog dan sejarawan tekstil menilai, kemunculan pola tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara telah mengenal ragam hias geometris sejak berabad-abad silam. Meski demikian, masih terdapat perdebatan mengenai apakah motif pada arca tersebut benar-benar merupakan batik seperti yang dikenal saat ini, atau hanya pola dekoratif yang kemudian berkembang menjadi motif batik klasik.

Motif Kawung sendiri dipercaya terinspirasi dari buah aren atau kolang-kaling yang tersusun simetris. Dalam tradisi Jawa, motif ini melambangkan kesucian, keadilan, kebijaksanaan, serta pengendalian diri. Dahulu, motif Kawung bahkan dikenal sebagai motif yang hanya boleh dikenakan oleh kalangan tertentu di lingkungan keraton.
Keberadaan motif serupa pada arca kuno menjadi petunjuk bahwa tradisi menghias kain dengan pola geometris telah dikenal masyarakat Nusantara jauh sebelum batik ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2009.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa kemiripan visual pada arca tidak serta-merta menjadi bukti bahwa teknik membatik dengan malam (lilin) sudah digunakan pada masa tersebut. Yang dapat dipastikan adalah keberadaan motif geometris pada busana tokoh-tokoh yang dipahat dalam batu menunjukkan tingginya perkembangan seni tekstil dan budaya berpakaian di Nusantara sejak masa kerajaan Hindu-Buddha.
Dengan kata lain, arca-arca kuno tersebut menjadi salah satu petunjuk penting bahwa akar estetika motif batik Indonesia kemungkinan telah berkembang sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu, meskipun bentuk, teknik pembuatan, dan penamaannya terus mengalami perkembangan dari masa ke masa.
