Administrator, Administrator
Tim Redaksi

JAKARTA — Bencana erupsi gunung berapi yang menyebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama kelompok anak-anak. Tim dokter spesialis anak mengimbau para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas anak di luar rumah.


Anak-anak dinilai jauh lebih rentan terhadap dampak paparan abu vulkanik karena sistem pernapasan dan imunitas tubuh mereka yang belum berkembang secara sempurna.


Partikel abu vulkanik yang sangat halus mengandung tajam silika serta bahan kimia berbahaya yang dapat dengan mudah terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Ad Space


Paparan debu vulkanik ini dapat memicu reaksi iritasi mendadak pada saluran pernapasan seperti batuk, bersin, hingga sesak napas yang mengganggu.


Anak-anak yang memiliki riwayat penyakit asma atau alergi berisiko tinggi mengalami kekambuhan gejala yang jauh lebih berat jika terpapar debu.


Ad Space

Selain masalah pernapasan, partikel abu yang beterbangan juga berpotensi menyebabkan iritasi mata merah serta infeksi pada kulit anak.


Para dokter menyarankan agar pintu dan jendela rumah tetap ditutup rapat untuk mencegah masuknya partikel debu halus ke dalam ruangan tempat tinggal.


Jika anak terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker medis yang pas dengan ukuran wajah anak menjadi hal yang wajib dilakukan.

Ad Space


Orang tua juga diimbau untuk memastikan asupan air putih dan makanan bergizi anak tetap terpenuhi agar daya tahan tubuh mereka tetap terjaga baik.


Apabila anak menunjukkan gejala gangguan pernapasan yang memburuk, orang tua diminta untuk segera membawa sang buah hati ke fasilitas kesehatan terdekat.

Bagikan: