Helmi, Administrator
Tim Redaksi

JAKARTA – Kepanikan melanda dua asisten rumah tangga (ART) di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Keduanya sempat mengira telah menjadi korban penyekapan hingga nekat meminta pertolongan melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).


Laporan tersebut langsung direspons petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan kepolisian pada Kamis (3/9/2026).


Dua ART yang masing-masing berinisial SDA (18) dan N (19) diketahui berada di sebuah rumah di Jalan Sukarela, Penjaringan. Mereka mengaku tidak bisa keluar dari rumah karena pintu dalam kondisi terkunci dari luar.

Ad Space


Situasi tersebut kemudian menimbulkan dugaan adanya penyekapan.


Petugas Damkar bersama anggota Polsek Metro Penjaringan pun mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi kedua perempuan tersebut.


Ad Space

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, polisi justru menemukan fakta berbeda.


Keduanya ternyata tidak disekap.


Pintu rumah memang dikunci dari luar oleh majikan mereka, LJ (71). Saat kejadian, LJ sedang pergi menjalani terapi kesehatan dan meninggalkan rumah selama kurang lebih dua jam.

Ad Space


Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan AKP Kiki Tanlim mengatakan, kejadian tersebut merupakan kesalahpahaman.


Menurutnya, tidak ditemukan indikasi bahwa kedua ART tersebut sengaja disekap oleh majikannya.


Ad Space

Keduanya juga masih memegang telepon seluler dan memiliki akses terhadap makanan selama berada di dalam rumah.


“Ini murni kesalahpahaman,” ujar Kiki.


Meski persoalan penyekapan tidak terbukti, kejadian tersebut akhirnya berujung pada keputusan kedua ART untuk berhenti bekerja.

Ad Space


Setelah dilakukan mediasi, polisi membantu memfasilitasi kepulangan SDA dan N ke kampung halaman mereka di Banyumas, Jawa Tengah.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa situasi yang tampak seperti penyekapan belum tentu demikian adanya. Dalam kasus tersebut, kepanikan muncul karena kedua ART mendapati pintu rumah terkunci dari luar ketika majikan sedang tidak berada di lokasi.


Ad Space

Respons cepat petugas pun dilakukan untuk memastikan keselamatan keduanya sekaligus mengklarifikasi situasi sebenarnya.


Beruntung, setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan adanya tindakan penyekapan sebagaimana dugaan awal.

Bagikan: